Pengurus Perusahaan Berusaha Menutup Kasus 2 Tersangka Pelaku Pungli

  • Di duga ada permainan orang dalam

Banyuwangi, Jawa Timur – Kepolisian Resort Kota Banyuwangi di daerah Kalipuro pada 5/7/2021 kurang lebih pukul 10.00 wib (pagi) telah menangkap dua orang terduga koordinator pungli sesama supir truk pengangkut BBM Pertamina.

Terduga pelaku pungutan liar (pungli)  berinisial NK (pengemudi) dan AR Kenek merupakan pekerja dari PT. Cahaya Andhika Tamara salah satu perusahaan vendor rekanan PT. PERTAMINA.

Kegiatan pungutan liar yang dilakukan di wilayah Karisedenan Besuki sudah sangat meresahkan rekan rekan sekerjanya.

Satreskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat saat di konfirmasi oleh awak media, melalui hubungan seluler membenarkan adanya penangkapan ” terduga pungli berinisial NK di daerah Kalipuro.Ke duanya saat ini baik itu NK juga AR sudah diamankan di Polresta Banyuwangi.Guna menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut”, tuturnya.

“Adapun saksi-saksi yang di panggil untuk di mintai keterangannya diantaranya HD,SP,ADR juga YD,setelah mereka selesai di mintain keterangannya yang bersangkutan sudah di ijinkan untuk pulang.

Selanjutnya “MS dan HDI selain di mintai keterangan juga menjalani pemeriksaan secara intensif yang tidak menutup kemungkinan dari hasil pengembangan perkara akan bertambah tersangka baru” jelasnya.

Kepada metroindonesia.id salah seorang pengemudi yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan ” keresahan muncul setelah terbentuknya paguyuban pengemudi TBBM yang diprakarsai oleh tiga orang berinisial WD,NK dan AR”.

Dalam keterangannya ” kegiatan pungli mulai dari pembelian Delivery Order (DO), uang tip lainnya, simpanan koperasi yang diketahui belum memiliki legalitas, yang mencapai sekirar Rp 800.000. tiap bulannya per 1 unit mobil tangki”.

Akibat pungli yang dilakukan oleh pelaku NK dan AR bisa berdampak buruk bagi perilaku pengemudi lain dengan melakukan pencurian BBM sebelum sampai di SPBU, karena pengemudi hanya diberi BBM tanpa uang makan dari perusahaan.

  • Vidio stetmen dari salah satu pengawasnya para crew awak mobil tanki berinisial WD juga berhasil di dapatkan oleh awak media.

“Lebih lanjut awak media juga mendapatkan informasi bahwasannya,ada pihak pengurus kantor di mana NK juga AR bekerja,berinisial WD berupaya untuk menutup kasusnya di kepolisian.

Saat di konfirmasi awak media melalui tlp seluler juga wa, WD membenarkan akan adanya hal tersebut karena atas permintaan keluarga terduga.Namun justru berbeda dengan penjelasan yang di sampaikan ke awak media dari pimpinan kantor pusat,bahwa PT CAT di minta oleh pihak Pertamina juga PT Patra Niaga agar menutup kasus ini.Sedang pihak PT hanya memfasilitasi saja”,tuturnya.

Hingga berita ini di turunkan ke dua tersangka sudah berstatus tahanan.[] Raden