Pekerjaan Proyek Batu Bronjong dinyatakan Milik Pribadi

Kab. Bogor Jawa Barat | Setiap kegiatan pekerjaan baik pemerintah pusat maupun daerah wajib disampaikan kemasyarakatan melalui mekanisme yang di atur oleh peraturan dan perundangan undangan.

Kewajiban pejabat publik harus mentaati undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sebagaimana dijelaskan pada pasal 7 ayat 1 sampai ayat 6, dimana badan publik dapat memanfaatkan sarana dan/atau media elektronik dan non elektronik.

Pada fakta di lapangan, metroindonesia.id masih menemukan kegiatan badan publik yang mengabaikan kewajibannya dengan tidak memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Mukti Subahan

Tampak pekerjaan batu pembuatan Bronjong di bantaran kali atau sungai di Kelurahan Suka Hati Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor tidak terlihat adanya papan proyek kegiatan.

Kepada metroindonesia.id seorang pekerja yang mengaku bernama Devi menyampaikan “saya hanya sebagai pengawas, dan ini proyek milik pribadi warga bernama Haji Zen” jelasnya.

Lebih lanjut Devi yang mengaku sebagai Resimen Mahasiswa menjelaskan ” pemilik tanah yang di pasang Bronjong ya tanah Pemda sebagian tanah milik H. Zen, kemarin juga ada orang PSDA dari Paledang datang kesini sama pak haji saya juga anggota Resimen Mahasiswa” ujar Devi.

Sesuai kode etik jurnalistik, wartawan metroindonesia.id akan menguji kebenaran informasi yang disampaikan Devi kepada metroindonesia.id terkait status kepemilikan bantaran kali dan pekerjaan batu Bronjong, termasuk pengakuan sebagai Resimen mahasiswa yang tidak hubungannya dengan pekerjaan proyek serta siapa pegawai yang dari Paledang (Kota Bogor) yang datang ke Lokasi.

Ketua pemerhati pembangunan Bogor. Mukti Subahan kepada metroindonesia.id bersedia menanyakan hal terkait pekerjaan Bronjong kepada dinas terkait.[] Jelino