Lahan Pertanian Produktif di Urug Tanah

  • Diperkirakan Banyuwangi akan kehilangan 1 hektar.lahan pertanian

Banyuwangi, Jawa Timur | Kebutuhan pangan beras bagi masyarakat Indonesia masih mengandalkan impor beras dari negara luar dibanding para era orde lama, Indonesia termasuk negara swasembada beras berdasarkan Undang-undang No.7 tahun 1996 tentang pangan, mengartikan  swasembada pangan rumah tangga adalah kondisi terpenuhinya  pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.

Beberapa pengamat ekonomi rakyat menilai merosot nya hasil pertanian disebabkan berkurangnya lahan pertanian dan berubah fungsi menjadi area pemukiman, pabrik dan pembangunan lainnya.

Dari informasi yang diterima metroindonesia.id banyaknya lahan pertanian produktif di wilayah Kelurahan Sobo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur telah berubah fungsi menjadi pemukiman warga..

Salah satunya di jalan  Wijinongko, lingkungan Wonosari Selatan, kurang lebih 500 meter dari Perumahan Adi Mas Sobo. Disana  terdapat lahan persawahan sisi barat jalan.

Lahan tersebut dinilai masih produktif sebagai lahan pertanian, tersiar kabar lahan pertanian tersebut akan dijadikan perumahan yang di kelola oleh Developer.

  • Pantauan awak media

Kini sejumlah alat berat sudah mulai tampak meratakan lahan pertanian dan pengurukan oleh  oleh beberapa mobil truk pengangkut tanah.

Saat dikonfirmasi seorang pekerja berinisial “DK”  menyampaikan ” saat ini masih tahap  pengukurannya dan belum selesai 💯 %.”

Lebih lanjut “DK” menjelaskan “Sebenarnya ijin dari BPN di janjikan hari ini, mungkin BPN-nya lagi libur” jelasnya. Sabtu, (10/07/2021).

Disinyalir developer kegiatan yang dimaksud belum mengantongi ijin, termasuk penggunaan akal alat berat dilokasi .

Terkait adanya pengurugan lahan itu,  kata dia,  masih belum ada perubahan dan masih menggunakan izin pema’anfaat yang lama.“Ada bangunan pondasi itu beda cerita (Beda izin. Red.),”tuturnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, lahan produktif yang akan digunakan untuk perumahan tersebut kurang lebih 1 Hektar (H). Sambil menunggu IPPL nya keluar, pihaknya hanya menjual tanah saja, setelah izin tersebut keluar maka akan menjual perumahan.

“Sementara kita tidak menjual perumahan, kita menjual tanah saja, setelah izinnya keluar baru jual perumahan,”terangnya.

Sementara Lurah Sobo, Joko Saptono, membenarkan terkait izin lahan yang bakal menjadi perumahan itu, hingga saat ini Developer belum mengantongi IPPL dari Perizinan.

“Iya mas belum punya izin IPPL,”kata lurah melalui panggilan via WhatsAppnya.

Bagi pemilik lahan dan pemerintah daerah yang menjalankan aturan alih fungsi lahan sawah ini akan diganjar insentif dan juga disinsentif guna menjamin pelaksanaan LP2B. Pemberian insentif dan disinfentif itu diatur dalam pasal 38 sampai 43 UU Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dan juga

Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.[] Raden/Abadi)