Masuk Pelabuhan Bayar Rapid Tes

  • Gabungan pengemudi GAPIBER dan Lintas Comunitas Bergerak menolak Rapid tes berbayar

NTB – Adanya dugaan penyimpangan dalam penerapan kebijakan peraturan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yang berada di penyebrangan Lembar NTB jurusan Banyuwangi yang di selenggarakan oleh aparat setempat.

Adanya penarikan biaya Rapid tes kepada seluruh pengemudi truk logistik yang akan melakukan penyebrangan di pelabuhan di kenakan pembiayaan yang bervariasi, mulai dari harga Rp 150.000 s/d Rp 200.000 sangat memberatkan pengemudi.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah tidak menjelaskan apakah penyelenggaraan Rapid Tes bukan kegiatan masyarakat yang harus dibatasi, itu merupakan kegiatan aparat pelabuhan, ujar salah seorang pengemudi truk pada aksinya.

Ketua Aliansi Supri yang akrab di panggil Gus Pri, Pengemudi Berharap agar pemerintah Daerah NTB – Lembar memberikan sebuah kebijakan untuk memberi biaya gratis atau memberikan biaya yang tidak membebankan para sopir logistik yang mau masuk ke pelabuhan Lembar, Ucapnya.

Sopir adalah ujung tombak perekonomian Negara No.2, Gus Pri memohon kepada pemerintah daerah Lembar bisa mengatasi adanya Biaya Rapidtes yang membebankan Pengemudi Logistik”

Kami dari keluarga besar Gapiber (Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu) menolak membayar tarif Rapid Tes yang tampak jelas apa yang membedakan harga Rapid Tes Rp 150.000 dengan harga Rp 200.000.

Dengan pemberlakuan PPKM darurat ini Komandan Lapangan Gapiber, Darmawan mengatakan, kami disini pengemudi sendiri merasa keberatan dan beban karena setiap pengiriman barang Mulai terdampak sepi,
Kami dari Aliansi akan bersatu dengan Aliansi Lombok NTB yg bertujuan untuk datang ke pemerintahan NTB agar memberikan prioritas khusus agar tidak bergejolak untuk melakukan aksi mogok massal di Semua pelabuhan, bilamana aspirasi kami tidak didengar,” Ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Rio menyampaikan ucapan terima kasih atas informasi yang diberikan terkait adanya biaya rapid tes di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

“terimakasih teman teman media yang sudah memberi tau terkait adanya kesalahan dari petugas kesehatan kami. Kami akan memberikan teguran kepada mereka. Kami tidak pernah perintahkan mereka untuk melakukan pungutan repites di pelabuhan ketapang.” Pungkasnya.

 

Penulis : RadenAbadi