Kasus Pengrusakan Tahun 2015, SPDP 2019

  • Jurnalis punya karya, ormas minta jatah.

Jakarta, Indonesia | Jurnalis punya kreasi dibidang  seni dan budaya hancur porak poranda oleh orang tak dikenal, yang diduga dari anggota ormas.

Peristiwa pada hari Senin, 15 Desember 2014, pada kegiatan pentas seni dan budaya didesa Cimulang Kec. Ranvakbungur Kabupaten Bogor yang di selenggarakan oleh wartawan, sebagai EO kegiatan dirusak oleh beberapa orang tak dikenal yang diduga dari salah satu ormas yang ada di Kab. Bogor.

  • Berdasarkan laporan polisi nomor : STPL/501/B/XII/2014/Sektor Kemang tertanggal 16 Desember 2014.

Korban Wartawan berinisial ” SR ” menderita kerugian kurang lebih Rp 200.000.000 (dua ratus juta) akibat tenda kegiatan dirusak, komputer, printer, monitor, external hardisk dll.

Dari informasi data ” SR ” diketemukan ketemukan kejanggalan pada surat pemberitahuan hasil penyelidikan (SP2HP) nomor : B/1060/XII/2019/Reskrim yang dikeluarkan Polres Bogor tertanggal 28 Desember 2019.

Angka 1 huruf d

Dalam surat SP2HP pada angka 1 huruf d menjelaskan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) nomor : B/20/II/2019/Reskrim tertanggal 8 Oktober 2019, bukan bulan februari 2019.

Kepada metroindonesia.id “SR” baru menyadari di tahun 2021 kalau ada SPDP terbit setelah 4 tahun laporan dengan bulan yang berbeda.dan kasusnya sudah dihentikan.

Melalui surat pengaduan nomor : 03.14/SPn/MI.RED/V/2021 di tujukan kepada Kepala Divisi Propam Polda Jawa Barat yang diterima Senin, 5 Juli 2021 akan memberi harapan keadilan atas musibah yang di alaminya.[] Red