Tak Hanya Ahli di Bidang Ilmu Agama, Ustadz Abdurrahman Juga Ajak Masyarakat Budidaya Madu Kelulut

Melawi, Kalbar – Ustadz Abdurrahman Assayuthi, SH, salah satu penyuluh agama islam Non PNS di Kementerian Agama Kabupaten Melawi. Pria kelahiran 22 Februari 1991 ini mewakili Kabupaten Melawi dalam lomba Penyuluh Agama Islam teladan tahun 2021.

“Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama namun juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan ekonominya dengan cara budidaya madu kelulut”. Kata kepala KUA Pinoh Utara H Nuryanto, Rabu (23/6).

Selama menjadi Penyuluh Agama Islam, Ustadz Abdurrahman bertugas di desa Kayan Semapau Kecamatan Pinoh Utara Kabupaten Melawi sejak tahun 2018 silam. Tugas utama alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang tersebut adalah membina masyarakat setempat terutama mengenai ilmu agama.

Merasa memiliki tanggung jawab terhadap umat, dirinya mencoba berinisiatif untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Apalagi saat terjadi pandemi covid 19 dimana hampir sebagian masyarakatnya terkena dampak termasuk warga desa Kayan Semapau.

“Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat maka saya berinisiatif mengajak masyarakat melakukan budidaya madu kelulut”. Katanya.

Ustadz Abdurrahman sendiri mendapat ilmu tentang budidaya madu kelulut dari chanel youtube, dia kemudian mencoba mempraktekan ilmu yang didapat dan membagikannya kepada masyarakat.

“Pada awalnya masyarakat kurang tertarik, namun setelah mengetahui hasilnya mereka akhirnya ikut membudidayakan madu kelulut”. Sambungnya.

Menurutnya, saat ini produksi madu kelulut di desa Kayan Semapau sudah menjangkau beberapa daerah di Kalbar, antara lain Kabupaten Sintang, Ketapang, Kubu Raya dan Pontianak. Dia yakin usaha ini akan maju apalagi, sebab saat ini madu menjadi kebutuhan masyarakat.

Melihat potensi yang ada, Pemkab Melawi sangat mendukung, khususnya dari dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Melawi. Budidaya madu kelulut layak untuk dikembangkan.

“Kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap inovasi ustadz Abdurrahman, dimana beliau tidak hanya berdakwah menyampaikan ilmu agama namun juga mengajarkan budidaya madu kelulut, karena bagaimanapun kemiskinan itu akan mendekatkan pada kekufuran, namun kalau masyarakat sudah sejahtera, pekerjaan sudah ada insya Allah untuk menerima ilmu agama juga akan lebih mudah”. Ujar Kadis Kumdag, Ramda Suhaimi. (Red).