SHM Nomor : 324 dan Nomor 325 An.DR. CAPT.Anton Sihombing

  • Sidang lanjutan :  No. Perkara 94 /Pdt.G/2020/PN.Trt  (14/6/2021).
  • Agenda : Menerima jawaban dari pihak tergugat.

Tapanuli Utara, Sumut – Sidang perkara lanjutan atas dugaan rekayasa status kepemilikan tanah di Desa Lobu Siregar 2, Kecamatan  Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara dengan luas kurang lebih 6,5 Ha.

Dalam perkara tersebut turut menjadi tergugat, Murni Siahaan, Janes Pakpahan, Delima Silitonga dan DR. CAPT.Anton Sihombing, Sahata Siahaan, Maruhum Siahaan, Roida Gurning bersama Kakan BPN Taput.

Pada fakta persidangan lanjutan Senin, 14 Juni 2021,  kuasa hukum dari pihak tergugat 1,3dan 4, Sangap Sidauruk SH banyak memberikan jawaban yang salah, sehingga pihak kuasa penggugat Togap Rajuandi Sianturi & Pathner mengajukan keberatan kepada majelis atas waktu 2 Minggu yang telah diberikan kepada pihak kuasa tergugat.

Hasil sidang Majelis Hakim memutuskan waktu 1 Minggu, tanggal 21 Juni 2021 sidang lanjutan penggugat untuk memberikan jawaban.

Dari hasil penelusuran metroindonesia.id  didapat informasi objek perkara tanah  diatas merupakan jalur Jalan Ring Road Soekarno Hatta yang sudah diresmikan Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan M.Si.

Namun belum diketahui kapan perencanaan jalan ring road di buat, dan kapan dibentuknya panitia pembebasan lahan, yang belum diketahui publik

Dari informasi dari keluarga ahli waris yang di sampaikan ke http://metroindonesia.id berikut riwayatnya :

Silsilah Orang Tua Kami bernama Alm Jamulia Siahaan, Alm memiliki  dua Isteri,  pertama Alm. Santun br Hutasoit, mempunyai dua anak Perempuan yakni Alm. Sonta br Siahaan dan Murni br Siahaan.S.

Isteri kedua  Rengsi br Simanjuntak mempunyai 6 (enam) orang anak masing masing bernama Miduk br Siahaan, Parhehean Siahaan, Otto siahaan, Marlinang br Siahaan, Sostra br Siahaan dan Tongam Siahaan.

  • Orang tua kami mendapat tanah warisan dari orang tua atau Opung Mangasa Siahaan br Hutasoit,

Setelah ayah kami almarhum, Ito Kami yang dilahirkan Inang Br Hutasoit, telah menjual tanah waris seluas 5 Ha kepada Kel. Manalu (si Bulanda) setelah kami menyetujui penjualan tersebut sebagai biaya pengobatan Inang Br Hutasoit.

Almarhum semasa hidup

Setelah beberapa waktu, Ito (kakak) menjual lagi lahan seluas (Ket ada di SHM nomor : 325 pada sampul depan akta) tanpa melalui persetujuan dari ahli waris lainnya untuk melepaskan hak.

Pada bulan Januari 2018 tanpa sepengetahuan para ahli waris, tanah yang saat ini menjadi sengketa telah didaftarkan ke BPN sebagai permohonan sertifikat dan telah diterbitkan dengan SHM nomor : 325 atas nama Anthon Sihombing.

Tanah hasil jerih payah alm. opung Mangasa yang seharusnya diwariskan untuk kesejahteraan anak cucunya telah dikuasai dan di jual secara sepihak oleh ito (kakak) tanpa ada pelepasan hak dari ahli waris lainnya.

Pasal 833 ayat (1) KUHPer:

Para ahli waris, dengan sendirinya karena hukum, mendapat hak miik atas semua barang, semua hak dan semua piutang orang yang meninggal.

Pasal 832 ayat (1) KUHPer:

Menurut undang-undang, yang berhak menjadi ahli waris ialah keluarga sedarah, baik yang sah menurut undang-undang maupun yang di luar perkawinan, dan suami atau isteri yang hidup terlama, menurut peraturan-peraturan berikut ini.

Masih menjadi pertanyaan bagi para ahli waris,.bagaimana Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bisa membuat Akta Jual beli tanpa ada persetujuan pelepasan hak dari para ahli waris lainnya.Bogor, 15 Juni 2021. [] Red.