Ketua Komisi II DPRD Melawi : Daya Serap APBD TA 2021 Dinilai Masih Rendah

Kab. Melawi, Kalbar – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Melawi, Joni Yusman, mempertanyakan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021. Dimana sebelumnya telah dilakukan persetujuan pertama APBD pada November Tahun 2020 lalu.

“Sampai saat ini APBD Melawi Tahun Anggaran 2021 Daya serapnya masih sangat rendah yaitu sekitar di bawah 10 persen. Sedangkan sekarang sudah masuk bulan pertengahan tahun. Saya harap Pemkab Melawi segera merealisasikan APBD agar berjalan dengan baik dan normal”. Ujar Joni Yusman, Legislator asal Partai Amanat Nasional tersebut, Jum’at (11/6).

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus saat di konfirmasi menyampaikan, bahwa APBD Kabupaten Melawi sudah terserap. Diakuinya, penyerapan tersebut belum maksimal. Serapan APBD sebatas belanja rutin dan belanja pegawai. Sementara itu untuk pembangunan masih dalam proses administrasi. Keterlambatan terjadi karena adanya refocusing anggaran yang baru selesai akhir pada Mei lalu.

Drs. Paulus“Tidak ada kendala dalam melaksanakan realisasi APBD. Hanya saja kita masih melakukan refocusing anggaran yang sangat besar sekali. Saat ini baru 17 persen realisasi APBD berupa belanja rutin dan belanja pegawai”. Jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, terkait kegiatan proyek pembangunan infrastruktur, semuanya masih dalam proses administrasi. Terkait refocusing tahun ini sebanyak Rp. 100 miliar lebih dan ada pemotongan anggaran dari pusat sebesar Rp. 18 miliar lebih. Disamping itu, tim anggaran juga harus menyisir kegiatan sebelumnya yang belum dibayarkan untuk dianggarkan pada tahun ini untuk membayar hutang pekerjaan tahun sebelumnya.

“Jika semua administrasi sudah selesai, realisasi APBD kita siap tancap gas untuk direalisasikan. Memang ada proyek yang tidak kita lakukan refocusing, yakni pembangunan jembatan Melawi II dan jembatan di belimbing karena itu memang prioritas yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Selain itu kita juga harus menyisir kegiatan hutang tahun lalu untuk pembayarannya dianggarkan pada tahun ini”. Tutupnya.

 

Penulis : Ade Shalahudin