ASPEKPIR Kalbar : Petani Sawit Harus Kuasai Teknologi Industri PMKS

Kab. Melawi Kalbar – Untuk meningkatkan kemampuan petani kepala sawit. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kalimantan Barat mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kepada generasi milenial. Diklat dilaksanakan di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Ketua ASPEKPIR Kalbar, YS Marjitan menyampaikan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama ASPEKPIR Kalbar dengan Balai Diklat Industri Medan, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Kementerian Perindustrian. Diklat itu sendiri dilaksanakan di Kabupaten Sekadau sejak tanggal 9 sampai dengan 20 Juni 2021 dan dilaksanakan dua tahap.

“Diklat ini sebenarnya akan dilaksanakan di Melawi, karena situasi Melawi beberapa minggu yang lalu dinyatakan zona merah maka kita dialihkan ke Sekadau. Tapi ASPEKPIR akan berkoordinasi dengan Pemkab Melawi untuk pelaksanaan diklat tersebut nantinya. Karena kegiatan dilaksanakan untuk 2 tahap. Jumlah peserta per tahap sebanyak 50 orang dan kita laksanakan dengan menerapkan Prokes Covid-19”. Ucap YS Marjitan, saat dihubungi via seluler, Rabu (9/6) kemarin.

Marjitan juga menambahkan, dalam Diklat tersebut, peserta diberikan pendidikan dan pelatihan untuk mengoperasikan mesin dan peralatan produksi pada Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS). Selain itu, peserta juga akan diberikan kesempatan praktek lapangan di pabrik. Diakhir kegiatan, peserta akan diuji oleh asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendapatkan sertifikasi profesinya bagi yang lulus Diklat.

“Diklat ini untuk memberi pembekalan kepada generasi muda yang tinggal didekat di area PMKS. Dalam praktek lapangan, peserta akan diarahkan ke PMKS Belitang untuk menguji kemampuan teknis serta mendapatkan sertifikat kompetensi dari BNSP. Saya harap peserta Diklat mengikuti pelatihan ini dengan tekun, semangat agar bisa menguasai teknologi industri PMKS. Tetap disiplin Prokes dalam mengikuti Diklat”. Ujar Marjitan.

Ketua ASPEKPIR Kalbar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Sekadau yang telah memberikan tempat untuk memfasilitasi berupa sarana dan prasarana penunjang kegiatan Diklat tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Sekadau yang telah bersedia memfasilitasi sarana dan prasarana penunjang selama Diklat ini dilaksanakan”. Ucapnya.

Sementara, Pemkab Sekadau, diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Sandae, mengapresiasi adanya Diklat tersebut terutama kepada Balai Diklat Industri Medan, (BPSDM) dan ASPEKPIR Kalbar. Dirinya berharap dengan pelatihan seperti dapat meningkatkan SDM yang berkualitas di sektor perkebunan kelapa sawit.

 

Penulis : Ade Shalahudin