Gelar Demonstrasi Di Gedung KPK, JMPI Provinsi Banten Sampaikan 5 Tuntutan

Jakarta – Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) Provinsi Banten menggelar Aksi Demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (3/6) pukul 10.00 WIB. Aksi tersebut dilakukan terkait dugaan korupsi dana Covid-19 dan dana hibah yang dilakukan oleh Gubernur Provinsi Banten, H. Wahidin Halim.

Aksi demonstrasi di depan gedung KPK terkait Korupsi Dana Hibah Pondok Pesantren dan Korupsi Pengadaan Masker alias dana Bencana ditengah situasi negara sedang Pandemi Covid-19 oleh Dinas Kesehatan di Provinsi Banten disampaikan koordinator JPMI, Deni Iskandar melalui undangannya kepada awak media

Aksi Demonstrasi diikuti 50 Orang dimulai adapun tuntutan JPMI yang disampaikan kepada KPK, diantaranya adalah:

Pertama, meminta agar KPK, segera menangkap Gubernur Banten, Wahidin Halim, yang dalam hal ini diduga kuat menjadi dalang dibalik korupsi dana hibah ponpes di Banten. Dengan bukti awal, dari pengakuan seorang Mantan Biro Kesra, Irvan Santoso yang disampaikan oleh kuasa hukumnya.

Kedua, Usut Tuntas dan tangkap aktor intelektual, kasus korupsi hibah Ponpes, yang kami duga melibatkan tiga nama, diantaranya Sekda Banten, Almuktabar, dan Kepala BPKAD Provinsi Banten, Rina Dewiyanti.

Ketiga, Selamatkan dan jaga Alim Ulama, para Kiai dan Pengasuh Pondok Pesantren dari bahaya laten korupsi Dana Hibah Ponpes.

Keempat, Mendesak KPK agar segera memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dan tangkap mafia masker.

Kelima, JPMI mendesak KPK agar segera turun ke Banten, mengusut tuntas kasus korupsi yang saat terjadi, baik korupsi Hibah Ponpes maupun korupsi pengadaan masker di Dinas Kesehatan, yang itu dilakukan ditengah Pandemik Covid-19 Demikian. (Muhlis Gayo)

 

 

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI