Menakertrans, Ida Fauziah Terima Langsung Surat Tuntutan Terhadap 2 Orang TKA Soechi Lines Tbk

Jakarta – Laporan tuntutan Capt. Habel Tandiseru atas dua (2) orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga ilegal, yang bekerja di Soechi Lines Tbk diterima langsung oleh Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah di Kantor Kemnakertrans, Jalan Gatot Subroto no 51 Jakarta Selatan, Kamis (6/5/)

Kedua (2) orang TKA yang bekerja pada Soechi Lines Tbk yaitu, Khan Khamran Mahmood, Warga Negara Pakistan dan Sawney Karampreet Sigh, Warga Negara India. Keduanya hingga saat ini masih bekerja di Soechi Lines tbk. Kendati permasalahan ini telah dilaporkan setahun yang lalu dan telah putusan final sebagaimana yang disampaikan oleh team pemeriksa PNKJ Erikson Sinambela dan Firman di depan OMBUDSMAN RI dan pelapor. Namun, Direktur Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial (PNKJ), Bernawan Sinaga masih terkesan melindungi ke 2 orang TKA tersebut dan belum di deportasi dari Indonesia.

“Tindakan lembaga PNKJ ini sungguh memalukan dan mencoreng NKRI atas sikapnya yang terkesan melindungi 2 orang TKA tersebut. Dimana keduanya telah melakukan perbuatan yang merugikan ABK, diantara bersikap diskriminasi, melakukan intimidasi serta merampok bonus ABK di PT Vektor Maritim. Direktur PNKJ, Bernawan Sinaga seharusnya memberikan alasan kepada publik”. Tandasnya.

Dikatakan Habel Tandiseru, kedua TKA tersebut bekerja tidak sesuai dengan jabatan dan nama perusahaan yang ada pada dokumen ijin kerja. Dimana dalam dokumen izin kerja, kedua TKA tersebut bekerja di PT Sukses Maritim Line dan PT Adiraja Armada Maritime. Akan tetapi pada faktanya, kedua TKA tersebut bekerja di PT Vektor Maritim atau Soechi line Tbk.

“Selama 4 tahun bekerja kedua orang tersebut tidak memiliki kualitas kerja dan tidak memahami manajemen keselamatan ABK. Hal ini dialami almarhum Markus Patanda yang bekerja di Mt Prima Lautan II”. Jelas mantan nakhoda di Soechi Lines Tbk ini.

Dalam kasus ini, Menakertrans, Ida Fauziah menerima juga menerima surat laporan istri almarhum Markus Patanda atas kematian suaminya di Kapal Mt.Prima Lautan ll. Semasa hidupnya, Markus Patanda bekerja sebagai Chief Engineering di Mt. Prima Lautan II. menurut keterangan bahwa almarhum meninggal karena sakit, akibat kelelahan kerja, over times, serta kerja rodi. Diketahui bahwa yang bertanggung jawab atas meninggalnya Markus Patanda diduga ulah kedua TKA tersebut.

Tim yang mewakili Masyarakat Pelaut NKRI, Hasoloan Siregar, Ricardo Hutabarat dan Marianto hari ini mendatangi Kemenakertrans, turut hadir pengacara dari istri korban almarhum Markus Patanda. Kedatangan Tim Masyarakat Pelaut NKRI kembali menanyakan progres surat tuntutan yang disampaikan pada tanggal 22 April 2021 lalu, yang sebelumnya akan dilakukan penyelidikan selama dua hari yakni tanggal 19-20 April 2021.

Rihat Purba mengatakan, hingga saat ini hasil penyelidikan tersebut belum selesai dan masih menunggu Nota dari Direktur PNKJ. Sementara itu, Firman melalui pesan WhatsApp mengatakan akan dibicarakan atau diberikan hasil penyelidikan Nota dari Direktur PNKJ pada hari Senin, 10 Mei 2021 mendatang.

Habel Tandiseru sangat berterima kasih pada Menakertrans, Ida Fauziah yang menerima langsung surat tuntutannya dan berharap Menakertrans dapat memberikan suatu nota untuk melakukan deportasi kepada kedua orang TKA yang diduga ilegal tersebut.

Penulis : Ricardo