Ditenggarai Palsukan Surat. Pejabat Pemko Payakumbuh Dilaporkan ke Polda Sumbar


PAYAKUMBUH.metroindonesia.id

Perseteruan PT Analisa Sila Karya dengan Pemko Payakumbuh terkait proyek rehab gedung Puskesmas Ibuh pada tahun 2018 senilai Rp.3.09 M yang dikerjakan PT Analisa Sila Karya, sepertinya berbuntut panjang serta bakal korbankan Pejabat Pembuat Komitmen ?

Pasalnya, berawal gugatan wanprestasi PT Analisa Sila Karya atas pekerjaan rehab gedung Puskesmas Ibuh atau penambahan ruang (sisa DAK) anggaran tahun 2018. Pihak rekanan PT Analisa Sila Karya melalui kuasa hukum Fadhil Satria telah melaporkan PPK Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh ke Polda Sumbar.

Laporan itu terkait indikasi tindak pidana pemalsuan surat untuk dijadikan sebagai alat bukti dalam persidangan perdata di Pengadilan Negeri Payakumbuh beberapa waktu lalu. 

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/174/IV/2021/SPKT-Sbr Tanggal 30 April 2021, bahwa terlapor PPK Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh yang saat itu dijabat oleh Corina Desmon yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Payakumbuh. 

“Benar, kami telah datang ke Polda Sumbar melaporkan adanya indikasi tindak pidana pemalsuan surat yang dijadikan sebagai alat bukti persidangan perdata di Pengadilan Negeri Payakumbuh pada beberapa waktu lalu,” kata  Fadhil pada Jumat (30/4/2021) lalu  

Fadhil Satria kepada wartawan, terkait laporan tersebut, dirinya meminta kepada pihak berwenang untuk memproses secepat mungkin perkara tersebut. “Kami meminta kepada pihak berwenang, khususnya Polda Sumbar untuk memproses perkara ini segera mungkin sesuai dengan hukum dan Undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Sementara, terlapor PPK Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh yang saat itu dijabat oleh Corina Desmon yang dikonfirmasi pada Minggu (2/5/2021) mengatakan, untuk konfirmasi persoalan tersebut ke Bagian Hukum Sekdako Payakumbuh. Sedangkan, Bagian Hukum Sekdako Payakumbuh Maya I Sari belum mengetahui pasti adanya laporan terbaru terhadap perkara tersebut. 

“Laporan yang baru, belum tahu. Yang tahunya laporan Maret lalu dan itu tidak ada lagi pemanggilan dari Polda,” ucap Maya I Sari, demikian seperti dikutip harianhaluan.com.(eb)