Sejumlah 54 KPM Desa Baru Terima BLT DD Tahap 1 Tahun 2021

Kab. Melawi, Kalbar – Pemerintahan Desa Baru menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 54 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyerahan dilaksanakan di Kantor Desa, Kamis, (29/4).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Pembangunan Desa, Rima Pramita, Camat Nanga Pinoh, Sonten, Kapolsek Nanga Pinoh, IPTU Bhakti Juni Ardhi, Anggota DPRD, Iif Usfayadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Baru, Eet Roskayudi Aroy mengatakan pembagian BLT DD ini merupakan pembagian tahap 1 untuk bulan Januari sebesar Rp. 300.000 perbulan kepada 54 KPM. Untuk pembayaran bulan berikutnya akan dilakukan setelah pembagian bulan Januari ini selesai dan dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten.

“Dengan adanya BLT ini semoga membantu meringankan KPM. Kita semua berharap agar virus Covid-19 segera cepat berlalu, sehingga kita bisa beraktifitas normal seperti biasa. Saya himbau kepada masyarakat desa baru agar menerapkan Prokes Covid-19 dengan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas). Daftar penerima BLT dapat dilihat di Kantor Desa yang kita buat dengan baliho. Bagi KPM yang cacat dan sakit didatangi langsung penyerahannya dan tidak diwakilkan”. Ucapnya.

Sementara itu, camat Nanga Pinoh, Sonten menegaskan bahwa untuk menentukan KPM sudah ada aturan dari Pemerintah Pusat. Hal tersebut diatur dalam Permendes Nomor 6 Tahun 2020 dengan adanya pandemi covid-19.

Selain itu, Sonten juga mengingatkan kepada masyarakat, memasuki tanda-tanda kemarau bagi masyarakat yang akan melakukan pembakaran lahan agar melaporkan kepada pemerintah desa agar diteruskan ke satgas Di kabupaten supaya diketahui dan ditentukan jam pembakarannya dan agar di buat jalur api.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Melawi, Iif Usfayadi, dari Fraksi Partai Gerindra menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya pembagian BLT DD di Desa Baru. Ia juga mengatakan bahwa dalam APBD Kabupaten juga ditetapkan pemerintah pusat agar mengalokasikan anggaran 8 persen untuk menangani pandemi Covid-19.

“Sudah dianggarkan dalam APBD sebesar 8 persen dari dana DAU, sekitar Rp. 44 milyar namun ada tahapan untuk merealisasikannya. Pos anggaran tersebut ada pada rumah sakit dan Dinas Kesehatan. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dan tetap menerapkan Prokes Covid-19 untuk kesehatan kita semua”. Tutupnya.

Penulis : Ade Shalahudin