Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Ketua Garda Nasdem Kalbar Minta Pemuda Jaga Keutuhan NKRI

Pontianak, Kalbar – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancsila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) berlangsung dengan baik. Kegiatan yang di helat oleh Garda Pemuda Nasdem di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (21/4) diikuti 150 orang.

Kegiatan dihadiri oleh seluruh organisasi pemuda dari berbagai latar belakang, suku, ras dan agama. Acara tersebut dihadiri langsung oleh kedua Anggota MPR RI yaitu Yessy Melania dan H. Sy. Abdullah Alkadrie.

Sosialisasi empat pilar MPR RI dengan tema “Peran Pemuda Menjaga Nilai Pluralisme Dalam Bingkai Kebhinekaan” diharapkan dapat menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GARDA Pemuda Nasdem sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem Yessy Melania, mengatakan bahwa di masa ini, arus globalisasi dan modernisasi sudah tidak dapat dibendung. Peran pemuda dan pemudi sangat berpengaruh dalam kemajuan dan perkembangan zaman. Yessy juga meminta untuk setiap pemuda berperan aktif sebagai garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Fraksi Nasdem Kalbar sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI H. Syarif Abdullah Alkadrie berpesan supaya kegiatan sosialisasi empat pilar ini harus terus dilakukan dan kegiatan yang berkaitan dengan pilar kebangsaan diperbanyak.

Adapun narasumber dari sosialisasi tersebut adalah Ketua Program Magister Hukum Universitas Tanjung Pura Dr. Hermansyah. Dalam materinya
dipaparkan tentang pluralisme yang dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Salah satunya adalah melihat dari akar justifikasi yang memunculkan tiga pertanyaan, yakni skeptis dan dilema wacana Pancasila dan mata pelajaran bahasa Indonesia yang akan dihilangkan.

Menurut Hermansyah bahwa wacana tersebut belum dapat dipastikan bagaimana kedepannya. Karena Pancasila dan Bahasa Indonesia merupakan wajah utama dari NKRI. “Jika Pancasila dan Bahasa Indonesia dihapus maka secara tidak langsung akan melunturkan nilai-nilai dasar dari bangsa Indonesia itu sendiri”. Pungkasnya.

Guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, sosialisasi empat pilar tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Panitia dan peserta wajib memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

Penulis : Redaksi