Kepala Sekolah SMPN 42 Medan Diduga Menyalahi Aturan Dalam Mengelola Dana BOS

Medan, Sumatera Utara – Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP Negeri 42 Medan di duga fiktif. Pasalnya, penggunaan dana tersebut tidak sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan.

Berdasarkan pantauan metroindonesia.id, penggunaan dana BOS SMP Negeri 42 Medan tersebut tidak transparan dan terbuka kepada masyarakat. Tentu saja hal ini tidak sesuai dan melanggar undang-undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.

Informasi yang dihimpun, tercatat bahwa dana tersebut digunakan untuk pembayaran pembelajaran dan Kegiatan ekstrakulikiler pada tahap 2 sebesar Rp. 85.158.000 dan pada tahap 3 sebesar Rp. 96.625.000. Tentu saja hal tersebut menyalahi Surat Edaran Menteri Pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, ada informasi bahwa dana tersebut juga digunakan pembiayaan evaluasi pembelajaran senilai Rp. 29.100.000 pada tahap 1, Rp. 35.702.000 pada tahap 2 dan Rp. 12.600.000 pada tahap 3. Dimana penggunaannya untuk pengandaan lembar ujian siswa yang tidak jauh berbeda penggunaan anggaran di setiap tahapan.

Dengan demikian, kepala sekolah SMP Negeri 42 Medan sama sekali tidak mengubris surat edaran Menteri pendidikan. Yang mana dalam Surat Edaran tersebut tentang tidak adanya kantin sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler dimasa pandemi Covid-19.

Ketika di konfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Sekolah SMP Negeri 42 Medan, Jamal Husein Harahap tidak merespon. Bahkan ironisnya nomor handphone metroindonesia.id di blokir.

Menyikapi hal tersebut, di minta agar Kepala Dinas Pendidikan Medan untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah SMP Negeri 42 Medan tersebut. Atas perbuatan oknum Kepala Sekolah tersebut diduga telah merugikan keuangan negara.

Penulis : G. Parulian