Pasar Juadah Menjadi Ekonomi Alternatif Di Tengah Pandemi Covid-19

Kab. Melawi, Kalbar – Sudah sepekan lebih bulan puasa ramadhan 1442 Hijriah berjalan. Kantin ramadhan menjadi pendapatan ekonomi alternatif masyarakat di tengah pandemi Covid-19, tak terkecuali di Kabupaten Melawi. Kantin ramadhan ramai dikunjungi masyarakat untuk mencari makanan atau jajanan berbuka puasa.

Kantin Ramadhan yang ada hanya setahun sekali ini dimanfaatkan masyarakat untuk menambah penghasilan keluarga. Tarmiji, salah seorang pedagang mengatakan sejak awal puasa dirinya membuka kantin ramai masyarakat yang datang berbelanja.

“Dengan buka kantin ni, lumayanlah hasilnye. Apalagi ditengah pandemi Corona, susah nak bekerje. Dengan buka kantin ni dapatlah menambahkan pendapatan keluarge. Tapi tetaplah kite terapkan Prokes Covid-19”. Ujar Tarjimi dengan logat Melayu kepada metroindonesia.id, Selasa, (20/4).

Sementara itu, salah seroang warga yang berbelanja ketika ditanyai merasa senang dengan adanya pasar juadah atau kantin ramadhan ini. Kantin ini hanya ada setahun sekali, selain itu banyak berbagai jenis kuliner yang tersedia, mulai dari kue hingga lauk-pauk untuk berbuka puasa.

“Meskipun baru pertama kali saya kesini, saya senang dengan adanya kantin Ramadhan ini. Banyak aneka kuliner atau makanan yang tersedia berbuka puasa”. Ujar Rosa.

Kendati diperbolehkan dibukanya pasar juadah atau kantin ramadhan oleh pemerintah Kabupaten Melawi, namun Prokes Covid-19 harus diterapkan. Hal ini mengingat angka penyebaran covid di Kabupaten Melawi belum berkurang, bahkan ops Yustisi semakin intens dilaksanakan oleh Pemkab Melawi melalui satgas Covid-19.

Penulis : Ade Shalahudin