Lembaga Pertama Sertifikasi Profesi Pers Indonesia Sudah Miliki 22 Asesor Bersertifikat BNSP RI

  • Siap melayani rekan rekan pers yang ingin profesinya di kompeten kan dengan sertifikasi BNSP – RI 

Jakarta, Indonesia – 4 hari (40 jam) waktu yang diberikan oleh panitia Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia untuk memahami bagaimana cara membuat perencanaan dan melakukan assessment kepada 24 orang calon Asesor.

40 jam waktu yang diberikan oleh panitia untuk memahami bagaimana melakukan assessment kepada asesi tidak lah cukup, dengan semangat yang tinggi, para peserta banyak yang terus melanjutkan kegiatan di ruang sirmulasi LSP Pers Indonesia sampai tengah malam.

Sekjen SPRI bersama Redaksi metroindonesia.id

Dan sebahagian lagi melanjutkan di tempat penginapan masing masing, kepada metroindonesia.id sekretaris DPD Serikat Pers Republik Indonesia Edi Anwar, menyampaikan ” saya ingin membuktikan kepada rekan rekan Pers, bahwa untuk memiliki pengakuan kompetensi sesuai UU harus melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang sudah mendapat license dari BNSP – RI  yang saat ini baru ada 1 di Indonesia ” jelasnya.

Pada hari ke 5 di hari penentuan 24 peserta 2 di antaranya dari bidang Geopasial mengucapkan puji syukur atas kelulusan dalam uji kompetensi, dan dinyatakan sebagai asesor, tinggal menunggu sertifikasi profesi yang di keluarkan oleh BNSP – RI.

Di sela sela kegembiraan para peserta, tampak pimpinan redaksi metroindonesia.id merayakan hari kemenangan setelah 5 hari tampa lelah memantapkan diri dalam pemahaman apa itu assessment ?

Bagaimana dengan legalitas rekan rekan yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan dengan penguji yang belum memiliki sertifikasi profesi yang dikeluarkan oleh BNSP – RI, sebagai institusi yang di tunjuk oleh pemerintah.[] S.D