Pembagian BLT Dinsos Kota Bogor Menuai Protes

Kota Bogor, Jawa Barat – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dinas Sosial Kota Bogor di Aula Kelurahan Batu Tulis Rabu (14/4) menuai protes warga. Pasalnya, beberapa warga yang telah terdata tidak dapat menerima BLT dengan alasan tidak memiliki KTP E.

Bantuan sebesar Rp. 600.000 yang di salurkan melalu PT Pos tidak terserap oleh 870 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan pantauan media, dari 870 KPM, hanya 530 KPM yang dibayarkan oleh pihak PT Pos sebagai penyalur BLT.

Menurut petugas dari PT pos penyaluran dana BLT berdasarkan data sebelumnya. Penerima bantuan harus memiliki KTP elektronik, sementara para penerima manfaat BLT sebagian belum memilik KTP elektronik sehingga tidak dapat menerima BLT.

Halimah, salah seorang warga RT 03 Kelurahan Batu Tulis mengungkapkan kekecewaannya atas kebijakan PT Pos yang dinilai terlalu kaku. Meskipun dirinya belum memiliki KTP E namun namanya tertera sebagai penerima manfaat BLT tersebut.

“Percuma saja di Kartu Keluarga saya sudah ada barcode, walapun saat ini saya belum memiliki KTP E. Surat Keterangan Domisili yang dikeluarkan oleh kelurahan juga tidak dapat sebagai jaminan bahwa kami benar-benar warga. BLT yang dibagikan sebelum ini juga tidak ada masalah, apakah penerima memiliki KTP elektronik atau tidak. Tetap saja kami dapat menerima BLT ini. Terkait hal ini kami minta solusi dari Dinas Sosial Kota Bogor agar permasalahan ini bisa diselesaikan”. Pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, nasib ke 340 orang KPM belum jelas. Selain itu, belum ada pernyataan secara resmi dari Dinas Sosial Kota Bogor terkait hal ini. “Kami harap Pemkot Bogor melalui Dinas Sosial lebih arif lagi menyikapi persoalan tersebut

Penulis : Iwan Santahak