Tingkatkan Partisipasi Politik Masyarakat, Bawaslu Melawi Bentuk Kampung Pengawasan

Kab. Melawi, Kalbar – Demi terwujudnya penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) yang baik, peran serta masyarakat dalam pengawasan sangat penting. Hal tersebut diungkapkan oleh Hamka, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Melawi, Senin, (12/4) diruang kerjanya.

Dikatakan Hamka, Pemilu akan berjalan dengan baik dalam setiap tahapan apabila mendapat pengawasan serta dukungan dari masyarakat negara itu sendiri. Menurutnya, masih ada masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban dalam partisipasi politiknya sebagai warga negara. Minimnya kesadaran akan hal tersebut mengakibatkan respon masyarakat dalam proses politik masih belum maksimal.

“Untuk mewujudkan hal tersebut sangat penting bagi Bawaslu melakukan identifikasi dan membentuk kampung pengawasan. Hasil identifikasi tersebut akan kita tindaklanjuti dengan kerjasama, disamping untuk memperkuat pengawasan, juga mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu. Saat ini kita baru memiliki satu kampung pengawasan yaitu di Desa Tiong Keranjik, Kecamatan Belimbing Hulu. Tidak menutup kemungkinan akan dibentuk di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Melawi “. Jelasnya.

Lebih lanjut Hamka juga menyampaikan, hakikat Kampung Pengawasan Pemilu adalah milik semua warga masyarakat. Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pengawasan pemilu dan bagaimana tata cara pengawasan pemilu oleh masyarakat untuk membawa Pemilu kepada asas LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia dan Jujur, Adil).

“Salah satu simbol dari pengawasan partisipatif adalah keterlibatan masyarakat secara langsung untuk melakukan pengawasan guna memastikan kualitas penyelenggaraan Pemilu. Masyarakat juga dapat berpartisipasi mencegah terjadinya pelanggaran serta secara aktif turut mengawasi atau memantau seluruh tahapan pemilihan”. Tandasnya.

Adapun tujuan Kampung Pengawasan diantaranya pertama, sebagai media komunikasi antara pengawas pemilu dan kelompok masyarakat, kedua, sebagai media sosialisasi pengawasan pemilu kepada kelompok masyarakat untuk menciptakan atmosfir pengawasan pemilu yang aktif di tengah-tengah masyarakat.

“Contoh kecil yang dapat dilakukan dalam pengawasan adalah tahapan pemutakhiran data pemilih. Hal Ini perlu diketahui oleh masyarakat untuk memberikan evaluasi terkait data tersebut. Dengan adanya Kampung Pengawasan diharapkan kualitas Pemilu mendatang bisa lebih baik lagi”. Tutupnya.

Penulis : Ade Shalahudin