Putusan Sidang Pengeroyokan Terhadap Wartawan Diduga Ada Kongkalikong

Kab. Kampar, Riau – Ketua majelis hakim pimpinan sidang Riska Widiana didampingi oleh majelis hakim anggota Ferdi dan Syofia Nisra menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap Junaidi Cs atas kasus pengeroyokan terhadap Ansori yang berprofesi sebagai wartawan. Keputusan majelis hakim ditetapkan diruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Bangkinang, Kamis (8/4) dinilai tidak sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pasal 170 ayat 1 dan 2.

Dalam proses persidangan, tersangka Junaidi Cs yang dijatuhi hukuman 1 tahun kurungan penjara oleh hakim hanya menjawab pikir-pikir dulu. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dedi juga mengatakan hal senada dengan tersangka. Ucapan tersebut menimbulkan pertanyaan bagi Ansori selaku korban pengeroyokan.

“Rasanya ada yang janggal dengan pernyataan JPU dalam persidangan itu. Saya menduga ada hubungan khusus antara JPU dengan tersangka Junaidi dan kawan-kawannya. Padahal jelas ancaman yang di atur dalam pasal 170 KUHAP ayat 1 dan ayat 2 kedua. barang siapa melakukan kekerasan terhadap seorang maupun barang dimuka umum dengan tenaga bersama-sama atau lebih dari Dua orang di pidana kurungan penjara maksimal 5 tahun 6 bulan penjara”. Jelas Ansori.

Ansori menyayangkan sikap JPU yang justru terkesan menyetujui pernyataan tersangka. Lebih disayangkan lagi tuntutan yang dijatuhkan kepada tersangka hanya 10 bulan saja padahal sudah jelas dalam KUHP tuntutan atas tindakan pengeroyokan tersebut. Ansori menilai majelis hakim dan JPU tidak konsisten menjalankan amanah dengan jabatan yang diembannya karena memberikan keputusan yang tidak sesuai dengan KUHP. Ia meminta kepada hakim tinggi pengadilan tinggi Riau agar dapat memberikan keadilan dan melakukan Peninjauan Kembali (PK) jika tersangka melakukan banding.

“Saya meminta kepada pengadilan tinggi Riau agar melakukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus ini. Karena vonis yang dijatuhkan tidak sesuai dengan KUHAP. Jelas tindakan ini mencoreng citra aparat penegak hukum di negeri ini, lalu dimana letak keadilan jika ini terus dibiarkan. Tuntunan yang dilakukan JPU dan putusan majelis hakim terhadap Junaidi Cs tidak sesuai. Seharusnya tersangka dikenakan pasal berlapis “. Tandasnya.

Menurutnya dalam putusan tersebut tersangka hanya dikenakan pasal 170 KUHAP. “Seharusnya tersangka di jerat dengan pasal berlapis, maka saya menuntut keadilan kepada majelis hakim tinggi Riau agar bisa memberikan keadilan dengan seadil-adilnya kepada saya selaku korban” Tutup Ansori, dengan nada kecewa atas putusan tersebut.

Penulis : Redaksi