Angka Stunting Melawi Capai 36,27 Persen

Kab. Melawi, Kalbar – Dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Melawi, Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelenggarakan rembuk stunting tahun 2021 di Cantika Nite & Day Nanga Pinoh diikuti oleh stakeholder terkait. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus, Rabu, (7/4). dan

Kepala Bappeda Kabupaten Melawi, Jaya Sutardi, dalam laporannya mengatakan rembuk stunting Tahun 2021 dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun kerjasama lintas sektoral guna menyusun rekomendasi perencanaan pembangunan dalam rangka penyusunan penurunan angka stunting di Kabupaten Melawi.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya juga melaporkan angka stunting di Kabupaten Melawi menurut data E-PPGBM tahun 2020 sebesar 36,27%, dan desa yang menjadi lokus stunting sebanyak 15 desa yang dipilih berdasarkan tingginya prevelensi stunting di daerah tersebut.

“Rembuk Stunting yang kita laksanakan hari ini untuk menyampaikan hasil analisis dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Melawi, sekaligus mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah, serta membangun komitmen publik dalam penurunan angka stunting di Melawi”, ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus mengatakan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional dan menjadi fokus pemerintah saat ini. Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, dan perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

“Ketiga unsur ini membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat untuk bekerja sama dalam memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan intervensi penurunan stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Melawi”. Ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Paulus mengatakan dengan adanya rembuk stunting diharapkan tercipta kerjasama lintas sektor guna menyusun rekomendasi perencanaan pembangunan yang diperlukan dalam rangka mendukung dan mendorong penurunan angka stunting di Kabupaten Melawi.

“Saya berharap melalui rembuk stunting ini dapat membentuk komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Melawi”. Imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Paulus, diharapkan rembuk stunting yang dilaksanakan dapat benar-benar dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan momentum untuk meningkatkan sinergitas dalam menyukseskan intervensi penurunan angka stunting di Kabupaten Melawi.

“Saya harap para peserta rembuk stunting dapat mengikuti dengan serius dan mengusulkan berbagai ide dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Melawi”. Tutupnya. (Red/Humas)