Proyek Pengembangan Holtikultura Bawang Merah dan Cabai Diduga Fiktif

Kab. Indragiri Hulu, Riau – Proyek pengembangan usaha holtikultura bawang merah dan cabai di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau Tahun Anggaran 2019 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) laporan keuangan di duga fiktif. Pasalnya,kegiatan tersebut hingga kini tidak direalisasikan di lapangan.

“Proyek ini seharusnya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau kelompok tani. Namun sangat disayangkan, kegiatan yang sudah tercatat di APBN tersebut, laporan keuangannya di duga fiktif”. Ungkap Sofyan Antoni, Kepala Divisi Pertanian LSM Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GPAK), Minggu (28/3).

Lebih lanjut dikatakan Antoni, untuk proyek pengembangan usaha kelompok tani bawang merah Rp. 179 juta rupiah. Dan untuk usaha pengembangan usaha cabai Rp. 231 juta rupiah dengan luas lahan masing-masing 10 hektar.

“Semula proyek ini ditetapkan di kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu. Saat dilelang pada tahun 2019, lokasi yang semula telah ditetapkan malah muncul di Kelurahan Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Desa Rantau Mapesai Kecamatan Rengat”. Jelasnya.

Dijelaskan Antoni, bahwa kontraktor pelaksana proyek cabai adalah CV. Cahaya Bintang yang beralamat di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Sedangkan untuk kontraktor pelaksana pengembangan cabai merah yaitu CV. Anugerah Indragiri yang beralamat di Kelurahan Sekip Hulu, Rengat Kabupaten Indragiri Hulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Indragiri Hulu, Paino membantah bahwa kegiatan tersebut tidak fiktif. “Terkait hal ini saya cek, tidak ada yang fiktif. Ini APBN dan PPK sudah pensiun, PA dan bendahara adalah di Provinsi”. Jawabnya, melalui pesan WhatsApp.

Berbeda dengan jawaban Paino, salah satu Kasi di Distannak Indragiri Hulu, Miksalman, mengatakan bahwa kasus dua proyek tersebut sedang di proses di Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu. “Dapat diinformasikan disini, sekarang PPK nya sedang dalam proses penyidikan oleh tim penyidik dari Kejari Inhu terkait masalah cabai dan bawang tahun 2019”. Pungkasnya melalui jawaban pesan singkat atau SMS.

Penulis : Harmaein

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI