Kelompok Guguy Tani Desa Labai Mandiri Lakukan Panen Raya

Kab. Melawi, Kalbar – Pertanian menjadi sektor strategis di masa pandemi Covid-19. Untuk mencukupi kebutuhan pangan di masa sulit, kelompok tani Desa Labai Mandiri, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi melakukan panen raya, di Desa Labai Mandiri, Kamis (23/3).

Ketua kelompok Gugus Tani, Sudiono mengatakan Lahan yang dimiliki kelompoknya lebih kurang seluas 2 hektar. Lahan tersebut telah lama dikelola dan kini sedang dilakukan panen bersama anggota.

“Biasanya sekali panen kami memperoleh hasil sekitar 2 ton. Tentunya ini akan terus kami kembangkan sebagai bentuk upaya untuk ketahanan pangan, minimal untuk di Desa Labai. Keterbatasan lahan juga merupakan kendala untuk memperoleh hasil pertanian yang maksimal”. Ujarnya.

Sudiono juga mengatakan, selama ini kelompok taninya juga mendapatkan pembinaan dari Dinas Pertanian dan juga bimbingan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi yang telah peduli dengan kelompok tani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Melawi dan Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang telah memberikan pembinaan selama ini. Harapan kami ke depan Desa Labai Mandiri memiliki lumbung padi untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Desa. Sehingga masyarakat tidak lagi membeli beras ke luar”. Harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Melawi, Oslan Junaidi mengatakan target ke depan meningkatkan produktifitas sektor pertanian dengan penambahan luas lahan tiap tahunnya. Disamping itu juga pembangunan infrastruktur harus ditingkatkan terutama embung dan irigasi.

“Target kita kedepan adalah meningkatkan produktifitas hasil pertanian dan petani bisa 2 kali panen dalam setahun. Sehingga kebutuhan pangan masyarakat Melawi bisa terpenuhi dan petani tidak lagi membeli beras luar. Namun hal terpenting untuk meningkatkan itu, perlu di dukung dengan pembangunan infrastruktur di bidang pertanian terutama tersedianya embung dan irigasi yang standar”. Kata bang Coy, Sapaan akrabnya, saat dihubungi via seluler.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa selain menanam padi petani juga bisa menanam palawija sebagai penghasilan tambahan. Pembinaan terhadap kelompok tani selalu dilakukan melalui PPL yang ditempatkan di desa-desa untuk penguatan kelompok tani. Selain itu Pemda juga mendapatkan dukungan dari NGO (red. WWF) untuk mengembangkan sektor pertanian.

“Kami juga sedang melakukan pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) dan saran petani milenial. Regenerasi di sektor pertanian juga menjadi sangat penting. Kesannya di kalangan milenial petani itu selalu identik dengan orang-orang tua dan kuno. Padahal pertanian juga butuh generasi. Oleh karena itu program pendekatan kepada kaum milenial menjadi penting dan strategis”. Tutupnya.

Penulis : Ade Shalahudin

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI