Kasat Pol PP DKI Jakarta Terkesan Lindungi Anggotanya Yang Sudah Tilep Uang Warga Rp. 50 Juta

Jakarta – Dengan dalih akan membantu mengurus surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) milik warga di gang Masjid Sentiong RT 03 RW 06 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Pony, Oknum Satuan Polisi Pamong Praja tega lakukan penipuan terhadap salah seorang warga. Jumat (16/10) Tahun lalu.

Berdasarkan informasi dari salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya,
Pemilik bangunan, Mashuri telah memberikan sejumlah uang sebesar Rp. 50 juta kepada Pony untuk pembayaran pengurusan IMB miliknya. Namun hingga kini tak satupun dokumen izin ia peroleh dari Pony.

“Sesuai kwitansi saya sudah berikan uang 50 juta kepada Pony. Uang itu katanya untuk membantu saya mengurus IMB. Dalam kwitansi jelas hari dan tanggal serta tanda tangan dia dan ada fotonya juga saat menandatangani kwitansi itu”. Ujar Mashuri, sambil menunjukkan kwitansi pembayaran, Minggu (21/3).

Korban, Mashuri mengatakan merasa sangat dirugikan atas kejadian tersebut. Hingga saat ini uang tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Pony. dirinya hanya meminta kepada Pony tanggungjawab dan mengembalikan uang tersebut.

“Saya hanya minta tanggungjawabnya untuk menyelesaikan masalah ini.
Jika tidak, Kasus ini akan berlanjut menjadi panjang”. Tandasnya.

Sementara itu, Pony yang dikonfirmasi oleh beberapa awak media tidak mengakui perbuatannya. Bahkan terkesan selalu menghindar dari pertanyaan rekan-rekan pers dengan berbagai macam alasan. Menurut pengakuan Pony, uang tersebut telah dibagi – bagi kepada pihak – pihak terkait.

Perbuatan Pony membuat beberapa tokoh masyarakat geram. Namun karena takut dengan Pony yang selalu berseragam Satpol PP korban seakan rela di bohongi. Perbuatan Pony bukan hanya sekali ini saja, bahkan beberapa warga pun pernah terperdaya oleh perbuatan Pony. Bahkan Pony juga sering meminta jatah kepada para pedagang kaki lima.

Jamal, salah satu Tokoh Masyarakat forum warga Kramat saat dikonfirmasi juga mengamini hal tersebut. Saat dimintai pendapat mengatakan agar di copot saja pelaku sebagai Satpol PP karena dinilai sudah merusak tatanan masyarakat Kramat.

“Sangat Tidak Pantas seorang Pamong Praja bersikap semau gue dan membohongi warga yang sedang butuh bantuan, namun selalu di manipulasi
demi keuntungan pribadi maupun kelompoknya”. Ujarnya.

Warga Kramat meminta Kepala Satpol DKI Jakarta, Arifin agar dapat bertindak tegas terhadap ulah Pony. “Dulu pernah kita demi besar-besaran terhadap Kasat Pol PP, namun sepertinya Pony Selalu dilindungi dan masih dipertahankan di Kramat”. Ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Atas kejadian ini, awak media sedang lakukan penelusuran secara inten siapa saja oknum yang dimaksud Pony yang telah menerima bagian dari uang sebesar Rp 50 Juta tersebut.

Sumber : Warga Kramat