Kasus Korupsi Kasbon Indragiri Hulu, Baru Satu Orang Yang Dipenjara.

Indragiri Hulu, Riau – Raja Iryanto yang pernah dipenjara dalam kasus law bon telah bebas. Kini tinggal mantan Bupati Indragiri, Raja Thamsir Rachman masih di dalam tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Raja Thamsir Rachman divonis delapan tahun penjara atas kasus tersebut.

Melalui pembicaraan via seluler belum lama ini. Raja Thamsir Rachman bertanya kepada Iriyanto alias Yan Kadot, mengapa mantan bendaharanya Nurhadi tidak dipenjara atas kasus tersebut. Dalam pembicaraan tersebut Raja Thamsir Rachman ingin meminta semua dokumen Tindak Pidana Korupsi (TPK) modus kas bon yang telah mengantarkannya ke jeruji besi.

“Kasus kas bon kelompok mantan Bupati Thamsir sebesar Rp45,9 milyar dari total kas bon Rp. 114 milyar. Yang terbesar Nurhadi Rp. 22,8 milyar dan Indriansyah Rp. 8,6 milyar. Dalam kelompok mantan Bupati Thamsir yang belum masuk penjara berjumlah 18 orang. Baru satu orang yang masuk penjara yaitu mantan Bupati, Indragiri Hulu, Raja Thamsir Rachman sendiri”. Ungkap Yan Kadot, sapaan akrab Raja Iriyanto.

Raja Iriyanto juga mengatakan saat ini baru mantan Bupati Raja Thamsir Rachman yang menjalani hukuman. Kasus ini masih terus dikembangkan. Nurhadi disebut-sebut sebagai sasaran utama pihak kejaksaan. Sementara Raja Thamsir Rachman menjalani hukuman hingga 2023 mendatang.

“Saat ini kasus korupsi modus kas bon sedang diperiksa Kejati Riau. Sejumlah orang sudah dipanggil Kejati Riau, baik itu kelompok mantan Bupati Thamsir maupun kelompok rekanan atau kontraktor”. Jelasnya.

Yan Kadot juga menambahkan selain dari kelompok mantan Bupati Thamsir, ia juga mengakui bahwa kelompok rekanan hanya satu orang dirinya yang sudah dipenjara dan kini baru bebas.

“Masih banyak yang belum masuk penjara, dan diantara mereka ada yang sedang dipanggil Kejati Riau. Hukum harus berlaku adil. Kini bisa terungkap siapa sebenarnya dalam kasus yang dituduhkan kepada saya”. Tandasnya.

Di tempat terpisah Inspektur Inspektorat Inhu, Boyke David Elman Sitinjak, saat dikonfirmasi, mengatakan melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa Kasus ini sudah diadili 11 tahun yang lalu.

“Kasus ini sudah diadili 11 tahun yang lalu. Berdasarkan dakwaan penyidik
terhadap Raja Thamsir Rachman sebagai terdakwa oleh Kejati pada saat itu. Maka pihak pengadilan telah memanggil para saksi yang disebutkan di atas. Saat ini Kejati sedang melakukan penyidikan atas kasus yang sama”. Jelas David melalui pesan yang dikirimkannya, Jumat (12/3) lalu.

Namun dalam pesan WhatsApp yang dikirimkannya pada Rabu (17/3) lalu, ia mengharapkan bahwa pengadilan bisa berlaku adil dalam kasus ini. “semoga keadilan ditegakkan”. Harapnya.

Penulis : Harmaein

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI