Penerimaan GBD Indragiri Hulu Kembali Dipertanyakan

Kab. Indragiri Hulu, Riau – Kali ini Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemuda Anti Korupsi (LSM GPAK) Kabupaten Indragiri Hulu, mempertanyakan penerimaan Guru Bantu Daerah (GBD) yang dinilai tidak adil dan tidak transparan.

Kepala Divisi Pembangunan, LSM GPAK
Bujang S, mengharapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam penerimaan Guru Bantu Daerah (GBD) agar berlaku adil dan transparan pada tahun ini.

“Saya merasa prihatin, bila kita melihat dan mendengar para guru yang sudah honor belasan tahun belum juga diangkat menjadi tenaga GBD. Saya minta agar penerimaan GBD tahun ini Pemda Inhu berlaku adil dan transparan sesuai peraturan yang berlaku”. Ujar Bujang, Minggu (14/3).

Sementara itu, salah seorang guru honor di salah satu sekolah Kabupaten Indragiri Hulu terlihat sedih raut wajahnya. Pasalnya, ia sudah belasan tahun honor sebagai guru di salah satu sekolah di Inhu. Namun belum juga diterima sebagai tenaga GBD.

“Kali ini kami mengajukan permohonan agar dapat diterima sebagai tenaga GBD Inhu. Sudah lama sekali kami menjadi tenaga honor dari sekolah. Sudah sering mengajukan sebagai calon tenaga GBD namun tak pernah lulus”. Ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya saat ditemui.

Secara terpisah, Kepala BKD Inhu, Subrantas saat dimintai tanggapannya masih memberikan jawaban yang sama bahwa penerimaan GBD bukan kewenangan OPD yang dipimpinnya.

“Terima kasih atas masukannya, nanti akan saya teruskan ke Disdikbud. Untuk penerimaan GBD bukan wewenang kami, sepenuhnya wewenang Disdikbud Inhu”. terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inhu, Kamaruzaman mengatakan dirinya hanya menyampaikan ke Sekda, menurutnya itu kewenangan Sekda.

“Itu wewenang Sekda. Saya hanya menyampaikan saja”. Jelas kamaruzan.

Pewarta : Harmaein

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI