Rusunawa Marunda, Diduga Banyak dihuni “Orang Kaya”

Rusunawa Marunda, Diduga Banyak dihuni “Orang Kaya

JAKARTA UTARA, Metroindonesia.id,- Rumah susun sewa sederhana. (Rusunawa) warga DKI Jakarta diduga beralih fungsi peruntukannya, yang di seharusnya untuk
yang belum memiliki rumah atau tempat tinggal justeru dihuni oleh warga pengusaha berpenghasilan menengah keatas, atau orang kaya.

Maraknya parkir liar kendaraan roda empat di pinggir jalan lingkungan rusunawa

Sementara, Peraturan Gubernur (Pergub) DKI nomor 111 tahun 2014 tentang mekanisme penghunian rumah susun sederhana sewa, pasal 1, diterangkan yang boleh menghuni hanya diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mempunyai keterbatasan daya beli.

Sejak pembenahan bantaran kali, waduk dan situ Pemprov DKI Jakarta membangun Rumah Susun untuk warga terdampak dengan berbagai fasilitas, sedangkan warga yang tergolong mampu tidak di perbolehkan menjadi penghuni rusunawa Marunda.

Sejak tahun 2016 Persoalan parkir kendaraan di akses jalan lingkungan Rusunawa Marunda sudah terjadi sejak 2016 hingga 2021 ironis belum ada solusinya.

Saat di konfirmasi awak media, Kepala Unit Pengelola Rusun Susun (UPRS) Marunda, Ageng Darmintono menjelaskan bahwa dirinya sejak menjabat kepala upt sudah ada penghuni rusunawa yang memilik kendaraan pribadi roda 4 dan diparkirkan di jalan lingkungan rusun Marunda katanya Rabu (10/3/2021).

Perihal kendaraan yang parkir dijalan lingkungan Rusunawa Kurang lebih tidak ada setengahnya milik penghuni dan ada juga kendaraan tidak milik penghuni, setelah dilacak ke samsat Polda Metro Jaya” kata Ageng

Ageng Darmintono mengaku telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara agar diterapkan parkir meter di jalan lingkungan Rusunawa Marunda.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Sudinhub. Kami usulkan parkir meter, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” sebutnya.

Ageng menegaskan akan melakukan tindak lanjut persoalan parkir liar kendaraan ronda empat tersebut.(zul/yun)