Diduga Akan Mengkudeta, Perusahaan Asing Laporkan Oknum

Jakarta – Sebuah perusahaan tambang asing melaporkan adanya dugaan menempatkan keterangan palsu, membuat dan menggunakan surat palsu oleh para oknum untuk mengkudeta perusahaan asing dengan tujuan merampas aset-aset perusahaan.

“Laporan polisi kita daftarkan di tahun 2019 dan sampai saat ini para terlapor yaitu RL, PHS dan SN telah menjadi tersangka dan dalam tahap P21,” ujar Deni, usai melapor di Bareskrim Polri, Rabu (10/3/2021).

Dengan adanya kudeta yang dilakukan oleh para oknum, kata Deni, perusahaan asing sejak tahun 2019 hingga saat ini operasionalnya sepertinya terhenti. Kemudian ditengah perjalanan dengan menggunakan akte palsu para oknum tersebut mengkudeta perusahaan mengambil alih manajemen serta merampas aset-aset. Kemudian dia juga merusakkan aset yang ada di lokasi tambang kita.

“Untuk hal itu, kita juga telah melakukan laporan polisi di Polres Kabupaten Bogor. Dengan adanya pengrusakan dan penggelapan itu, perusahaan asing mengalami kerugian yang sangat besar. Dampaknya juga hingga ke investor lainnya dengan melihat proses hukum yang kita hadapi, mereka merasa simpatik dan mereka juga merasa investasi di Indonesia kurang aman karena banyaknya oknum yang demikian,” kata Deni.

Sejak melakukan laporan, lanjut Deni, kita sangat puas dengan kinerja polisi terutama Bareskrim Polri dimana laporan kita sudah diproses hingga P21 dengan harapan segera diproses hingga pengadilan agar para investor diberikan kepastian hukum dan tenang berinvestasi di Indonesia. Ke depan kita berharap laporan polisi kita yang di Bogor bisa segera diberikan kepastian hukum selayaknya proses di Bareskrim Polri.

Penulis : Bamsur

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI