Awak Kapal Terkatung Katung di Tengah Laut

Mayday mayday ……! Harapkan tandah hujan untuk mandi dan minum.

Jakarta –  Puluhan Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Tangker MT.Oro Singa/Exp MT.Roil Orchid terkatung katung di laut lepas, setelah tidak ada kepastian management perusahaan yang bertanggung jawab atas gaji dan kebutuhan konsumsi di atas kapal.

Hal tersebut di sampaikan Bosun/Kepala mengatur kerja crew kapal, Asrio Ahmad kepada metroindonesia.id melalui pesan WhatsApp,

PT.Jasa Internasional Indonesia yang berkedudukan di Jl. Fatmawati, Jakarta Selatan merekrut beberapa crew kapal untuk di pekerjakan di atas kapal Tangker MT.Oro Singa/Exp MT.Roil Orchid pada 16 Maret 2020 dengan perjanjian kontrak selama 6 bulan kerja.

Selama perjalanan waktu crew kapal mengalami keterlambatan pembayaran upah di atas tanggal 15 tiap bulannya dari PT.Jasa Internasional Indonesia.

Pada 13 October 2020 crew kapal di nyatakan resign off  karena habis masa kontrak kerja, dan seharusnya pihak perusahaan memulangkan para crew kembali ke Jakarta.

Namun hal tersebut tidak di lakukan oleh pihak perusahaan dengan alasan adanya pengalihan management dari PT.Jasa Internasional Indonesia ke PT.Selebes Sarana.

Asrio menambahkan, pengalihan management dari PT.Jasa Internasional Indonesia ke PT.Selebes Sarana hanya di lakukan dengan persetujuan tanda tangan tanpa di ikuti dengan perubahan Sijil pada nuku pelaut,

Posisi Kapal

Yang menjadi anehnya, ” pengalihan management perusahaan terhitung mulai Terhitung dari Tanggal : 08 July 2020 sementara  Resign off berlaku pada 13 October 2020.’ jelasnya.

Di dalam perjanjian P.K.L crew kapal menerima gaji tiap tanggal 1 tiap bulannya, pada kenyataannya setelah 3 bulan baru menerima gaji.

 

Berikut yang menjadi keluhan crew kapal :

Hal2 Pengaduan Saya :

1. Penyerahan Sertifikat dan Dokument Crew tidak ada Surat bukti Terima Penyerahan ke Crew (salah satunya saya)

2. Prasarana di Kapal : Selalu kami alami Black out/mati generator di kapal dengan alasan penghematan bahan bakar,bahkan kami menggunakan emergency generator,itu pun di hidupkan hanya untuk waktu masak dan malam hari aja. Mengenai makanan alakadarnya saja. A/C dan Air Minum Tampung. Bahkan pernah kami mandi dan minum gunakan air hujan,nasib kami kemarin musim hujan

3. Juga Pipa Console Hydraulic Pipe Maindeck to Foward/depan. Di pekirakan mesti di ganti 85%

Dan itu adalah dengan dikerjakan cara potong dan welding

4. Pengenai Kerja kemarin saya complain,karena yang bukan kerja saya,namun di minta itu tugas saya sebagai bosun dan saya menolak biarpun itu katanya ada bonus.dan saya menjelaskan itu kerja Kontraktor/darat/harusnya kerja dock kapal.kerja2 yang di Mas’ud adalah : 1.Hot Work (Kerja Panas) Pipa C.O.W/Cargo Oil Washing,Tank di Maindeck (Plan perkerjaan Potong dan ganti Pipa Baru) dan Volume yang mesti di ganti 70%

Saya menolak karna itu kerja shipbuilding/Kontraktor. Di janjikan bonus,namun saya menolak. Karna selalu saja PHP,Gaji Wajib Crew saja selalu lambat,gmna dengan bonus

Sampai sekarang belum ada itikad baik dari perwakilan perusahaan mengenai penjelasan gaji

Rencana crew enginer jika sampai tgl 28 bulan ini tidak di bayar,maka mereka turun paksa dari kapal ke Batam. [] Red