Menunggu Jatuh Korban, Pelaku Pandai Bersandiwara

Kenapa tindakan pengrusakan dan pengancaman dengan senjata tajam harus di selesaikan secara kekeluargaan.

Payakumbuh, Sumbar –  Rasa ketakutan dan trauma yang di alami keluarga Novian tidak berujung sudah.

Segala upaya sudah di lakukan melalui instansi terkait yang ada Kota Payakumbuh tidak membuahkan hasil, bahkan keadaan makin bertambah parah.

Samurai yang di gunakan untuk mengancam kakak kandung

M. Ali Hanafiah anak bungsu dari 7 bersaudara mantan napi narkoba sudah melakukan pengrusakan dan pengancaman dengan menggunakan samurai kepada kakak kandung nya Novian dan keluarga yang tinggal tepat di depan rumah almarhum ibu menjadi trauma.

Usaha Annisa yang di dampingi redaksi metroindonesia.id yang menjadi korban pelemparan batu di kamarnya untuk membuat laporan ke Polres Payakumbuh tidak membuahkan hasil, dari malah mendapat saran untuk di selesaikan secara kekeluargaan.

Annisa di dampingi redaksi melapor

Malah persoalan tidak beradat yang di sampaikan kepada pihak keluarga pasrah akan nasib, apakah harus jatuh korban ketika ada tindakan kriminal harus di selesaikan dengan kekeluargaan ?

Annisa, Senin, 1 Maret 2021 sudah menyerahkan alat bukti 1 buah batu yg di gunakan dan 1 buah samurai yang saat ini masih tersimpan di Polres Payakumbuh.

Pelaku bisa bercocok tanam waktu di Jakarta

Bahkan menjadi simpati untuk memberi uang dan makan siap saji untuk pelaku, dari informasi yang di dapat setelah pihak polres pergi, pelaku masih mencoba melakukan penyerang kepada ibu dari Annisa..[] Red.