Jeritan Petani Kopi

HARGA TURUN DRASTIS…!!

Dolok Sanggul. Sumut – Petani kopi asal kecamatan Lintongnihuta dan Paranginan kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) semakin menjerit ketakutan merugi karena harga biji kopi menyentuh level paling rendah sejak 10 tahun terakhir.

Kopi Lintong dan Kopi Paranginan yang dikenal dengan mutu paling baik di sumatera Utara, bahkan telah mendunia, kini harganya jatuh terpuruk hingga menyentuh di harga Rp 17.000 perkilo gramnya.

Keterpurukan harga kopi tersebut sangat berpengaruh bagi perekonomian Masyarakat Lintongnihuta Paranginan.

Kopi selama ini merupakan Primadona hasil bumi dari dataran tinggi Humbahas kini aromanya semakin tidak sedap bagi Petani.

Hal itu disampaikan Parlin Manullang dan Fendi Rajagukguk Petani Kopi di Batugaja Paranginan Utara Selasa 23/2 di ladangnya.

Parlin kepada awak Media ini mengaku kaget setelah kopi yang di jualnya ke salah satu penampung Kopi terbesar di Lintongnihuta Humbahas UD Swizera hanya di hargai 16 ribu rupiah per kilo”ini baru pertama terjadi dengan harga serendah itu”ungkap Parlin.

Juga Ompu Burju Ompusunggu petani kopi di Batugaja mengatakan hal yang sama.dia yang hanya mengandalkan tenaga orang lain untuk memetik kopi di ladangnya,mengaku sangat berat mengandalkan biaya hidup dari hasil kopi saat ini.

Kata dia,selain harga yang anjlok juga buah kopi kurang memuaskan”hasil panennya bagi dua dengan pekerja,pada hal biaya perawatan kopi dan pupuk cukup lumayan tinggi”jelasnya.

Kopi dari Lintongnihuta dan Paranginan beberapa tahun lalu pernah mencatatkan harga hingga 38 ribu rupiah perkilogramnya namun seiring waktu harga jual biji kopi itupun berangsur angsur turun,namun masih di kisaran hingga 25 ribu rupiah perkilonya.

Namun,setelah Dunia dilanda pandemi Covid 19 harga biji kopi anjlok pada titik paling rendah.bahkan,beberapa Usaha penampung kopi sempat berhenti tidak menerima biji kopi.

Pada hal Kopi Lintongnihuta dan kopi Paranginan dikenal dengan kwalitas paling bagus dengan aroma yang khas dan sudah dikenal di Manca Negara hingga ke negeri Paman Sam.

Masyarakat Petani Kopi saat ini berharap kepada Pemerintah untuk membantu Petani dengan mencari solusi agar Petani Kopi tidak semakin Hancur.[] Dedy Sinaga

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI