Jalan Amblas, Diduga Akibat Kendaraan Perusahaan sering Melintas dan Parkir Melebihi Tonase

Jalan Amblas, Diduga Akibat Kendaraan Perusahaan sering Melintas dan Parkir Melebihi Tonase

 

 

 

 

 

 

 

TUMELANG, (Karawang) Metroindonesia.id, – Akses Jalan Inspeksi yang berada di Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang Jawa Barat amblas.

Akses jalan inspeksi Tamelang, Curug yang berlokasi persis di depan PT.JPAI (jaya perkasa auito Indonesia) tersebut ambles panjangnya hingga mencapai 210 meter.

Amblas nya jalan inspeksi Diduga memicu terjadinya longsor, selain curah hujan yang ekstrem, juga sisi jalan yang amblas tidak didukung oleh penyanggah atau penahan lahan, bisa juga akan berdampak longsor.

Selain itu, juga seringnya kendaraan perusaahan yang kapasitas melebihi muatan parkir sebelum masuk kedalam perusahaan.

Warga Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Muhammad Sulhan (54), menuturkan, terjadi amblesnya jalan Tamelang, Curug itu berlangsung bertahap, bermula turun ke bawah sedalam 30 sentimeter, kemudian kondisinya terus semakin memperparah ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, selama empat hari jalan ambles hampir sedalam dua meter.

“Selama ini, jalan Tamelang-Curug menjadi salah satu akses transportasi penting untuk warga sekitar, Selain sebagai penghubung antar kecamatan, jalan ini merupakan salah satu akses terdekat warga untuk pergi ke Kabupaten Purwakarta, kata Sulhan (16/02/2021).

Dikesmpatan itu, Dian Kepala Dusun Tamelang juga menerangkan, bahwa jalan yang longsor di desa Tumelang sudah pernah terjadi pada tahun 2012, dan diperbaiki oleh Perusahaan tambang yang kendaraannya melalui jalan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Namun katanya, untuk perbaikan saat ini, warga bersama perusahaan dan pelaku usaha yang ada di sekitar jakan longsor ‘patungan’ untuk membangun jalan alternatif yang rusak, hingga jalan yang amblas diperbaiki” pungkas Dian (16/02/2021).

Pembuatan jalan alternatif diperkirakan membutuhkan biaya sekira 60 juta Rupiah dan sudah termasuk uang pengganti lahan warga(lahan garap), ucap Dian.

Yogi dari PT.JPAI mengatakan, kedepannya perusahaannya akan mengurangi tonase kendaraan milik JPAI dalam melalui jalan tersebut, untuk mengurangi tekanan beban pada jalan yang kontur tanahnya labil.

  • jalan amblas dan jalan alternatif yang akan dibuat berada persisi di depan PT.JPAI(jaya perkasa auito Indonesia) dan kedepannya jalan alternatif tersebut diprioritaskan untuk akses jalan kendaraan bermuatan berat milik PT.JPAI.(zul/yun)

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI