Cuitan Ahli Waris Tanah Koreh

Payakumbuh, Sumbar –  Cuitan seorang anggota ahli waris Tanah Koreh yang terkena pembebasan lahan pembangunan mesjid agung Payakumbuh di media sosial Facebook mengundang perhatian warganet.

Hal tersebut di sampaikan lurah Pakan Sinayan Welly Santika kepada metroindonesia.id melalui pesan singkat WhatsApp pada 14 February 2021 lalu.

Di Pelayanan Masyarakat Kantor. Walikota

Kutipan cuitan Ahli waris M. Ali Hanafiah (Juli) sebagai berikut ” Kronologi ny da Juli komen d Facebook dia blg kelaparan udah 2 hari gak mkn..jadi sama org rescue minang muda peduli kab.50 kota dan payakumbuh langsung datang ke rumah da juli ”

Lurah pakan Sinayan  juga menyampaikan ” Klo kata bang Juli dia mau / setuju sawah di jual untuk mesjid agung tapi kakak2 yg lain gak mau karena harga gak sesuai…
Padahal untuk masalah harga tim KJPP yg nentuin harga mereka tim independen gak di pengaruhi oleh Pemerintah, Saya rasa untuk tanah keluarga bapak 3,5M sdh cukup banyak untuk Bapak 7 bersaudara,”

Juli ahli waris yang di maksud, saat ini tinggal seorang diri memiliki kartu BPJS Kesehatan senilai Rp 1. 385.000, yg belum terbayarkan, ketika redaksi mengunjungi ke Kantor BPJS Kesehatan Payakumbuh, redaksi diminta menemui pihak Dinas Sosial untuk menutup tunggakan dan di alihkan ke tanggungan Pemerintah.

Di tempat pelayanan kantor walikota Payakumbuh, counter 9 dengan nomor antrian N. 017 tertulis Dinas Sosial redaksi mendapat informasi Dinas Sosial tidak memiliki uang untuk menutup tunggakan BPJS Kesehatan milik Juli.

Redaksi mencoba menemui walikota Payakumbuh sedang tidak ada di tempat, Wakil Walikota juga tidak ada dan Sekda sedang rapat, hanya pegawai yang mencoba menjelaskan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan.

Dimana kedatangan redaksi meteoindonesia.id menanyakan solusi apa yang di miliki Pemko Payakumbuh ketika ada seorang warga yang tinggal seorang diri tidak memiliki kemampuan apa apa . [] Red.

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI