Pengambilan Jenazah diwarnai Keributan

Untuk apa Kepala Panti melarang jenazah di bawa untuk di kebumikan

Jakarta – Tujuan mulia untuk  meringankan beban sesama kadang kala tidaklah berjalan mulus, dan tidak semua pihak bisa menerimanya.

Baru baru ini, Rabu, 17 February 2021 usaha Pemuda Batak Bersatu DPD DKI Jakarta mengalami perlawanan dari pihak Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentisa 3 Daan Mogot.

 

Bermula ketika Keluarga Hendri Dunan Tambunan menerima informasi dari panti bahwa Hendri Dunan Tambunan telah meninggal tanpa penyebab kematian yang jelas.

Berdasarkan informasi dan permintaan tersebut, Pemuda Batak Bersatu melayani masyarakat dengan sepenuh hati, awal kehadiran Pemuda Batak Bersatu diterima dengan baik.

Melihat kondisi jenazah dengan pakaian kumuh, celana pendek Perwakilan dari DPD PBB DKI menganti kan pakaian jenazah dengan pakaian yang layak.

Perwakilan DPD pun dengan sabar menanti surat kematian yang harusnya sudah di persiapkan oleh pihak Puskesmas sebelum jenazah di jemput.

Entah apa, dan maksud apa tujuan Sarima Situmorang selaku Kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentisa tidak memberi ijin kepada perwakilan DPD PBB DKI Jakarta membawa jenazah untuk di makamkan.

Kepada metroinonesia.id , Caleb Siringoringo selaku Ketua Media Center PBB yang ikut dalam rombongan sangat menyesalkan sikap kepala Panti Sosial, dan berharap segera diberi sanksi oleh inspektorat maupun gubenur atas tindakan melarang jenazah dikebumikan.

Sampai berita ini di publikasikan, metroindonesia.id belum dapat  mengkonfirmasi kepala Panti atas peristiwa yang telah terjadi.[] Red