Dikebumikan Tanpa Protokol Kesehatan

Rasa Ketakutan terpapar hantui warga di tiga Jorong 

Limapuluh Kota.Sumbar –  Sedikitnya 6000 jiwa penduduk yang menghuni tiga jorong, Gando, Piobang dan Ampang di Nagari Piobang Kec.Payakumbuh, kini dihantui ketakutan karena wabah Covid-19. Lantas, Satgas Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, bagaimana ????

Ketakutan warga tiga jorong, Gando, Piobang, dan Ampang Nagari Piobang tersebut, dipicu dengan mewabahnya virus Covid 19 pasca meninggalnya, Syafril, 88 tahun di rumah sakit Achmad Darwis, Suliki, Minggu, 31/1 subuh lalu.

Melalui manajement RS Achmad Darwis Suliki, Positif terpapar Covid-19, konon Almarhum tidak dikebumikan sesuai Protap Covid-19 oleh Satgas Penanganan Covid- 19.

Hal itu, berdasarkan informasi beberapa sumber, penanganan jenazah Syafril, 88 tahun ( disebut- sebut adalah ayah Walinagari Piobang, Syaffan Nur- red) dilaksanakan secara Syariat Islam, dimandikan serta dikafani, ujar Nara sumber.

Pasca proses pemakaman jenazah positif Covid-19, disebutkan tidak sesuai Protap Covid-19, petugas medis di Puskesmas Koto Baru Simalanggang, yang melakukan Swab kepada puluhan pelayat almarhum ayah Walinagari Piobang tersebut, akhirnya diketahui 14 orang dinyatakan terpapar Positif Covid-19, ucap sumber.

Dipaparkan sumber 14 orang yang terpapar positif Covid- 19 oleh petugas medis Puskesmas Koto Baru Simalanggang, menurut sumber keluar, Jumat, 5/2 kemaren, yakni :

Fadhlan Nur, 33 tahun, Jaka Armando, 48 tahun, Totok Haryanto, 55 Tahun,

Revida Putri, 79 Tahun, Noerbaiti, 43 Tahun, Ani Sherly, 43 Tahun,

Syaffan Nur, 47 Tahun, Linda Octavera,

46 Tahun, Wifa Raihana

15 Tahun, Budi Harianto, 45 Tahun, Najla Hana, 19 Tahun, Syafyan Nur, 49 Tahun, Yassar Seto,

12 Tahun, serta Jihan Altafunisa, 8 Tahun, konon disebutkan sumber tidak dilakukan Isolasi baik secara mandiri. atau di karantinakan, cemas beberapa sumber.

Sementara Walinagari Piobang, Saffan Nur, yang berhasil dimintakan konfirmasinya, apakah benar di Wilayahnya ada 14 orang telah dinyatakan positif terpapar Covid-19, sejak Jumat, 5/2 lalu, dijawab benar.

Disebutkan Saffan, betul, sekarang kami sedang melaksanakan Isolasi mandiri, dan kini memang benar ada yang sedang menunggu hasil Swabnya, jujurnya.

Diakui Walinagari Piobang itu awalnya orang tua saya ( Almarhum Syafril- red) yang telah lama sakit tua, usia 88 tahun, akhirnya maeninggal di RS Achmad Darwis Suliki, Minggu, 31/1 subuh dan dinyatakan positif terpapar Covid- 19, ujarnya.

Dilain pihak, ketakutan warga setempat, terhadap merebaknya wabah virus mematikan itu, media yang berupaya mintakan tanggapan baik ke Manajemen RS Achmad Darwis Suliki, dr.Nafli Ikhlas, juga Kadis Kesehatan Limapuluh Kota, dr. Tien Saptino, hingga berita ini update, belum berhasil dihuhungi via ponselnya.[] Eb

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *