PC. PMII Kabupaten Melawi Gelar Seminar Publik Deradikalisasi

Kabupaten Melawi, Kalbar – Dalam upaya menetralisir paham-paham radikal, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Melawi mengelar seminar publik Deradikalisasi, Kamis (28/1/2021) pukul 08.30 WIB, di Graha Aswaja, Sekretariat Nadhlatul Ulama Kabupaten Melawi, dengan tema “Memperkokoh Peran Pemuda Dalam Menangkal Paham Radikalisme dan Intoleran Untuk Mewujudkan Keutuhan NKRI”.

Seminar publik dibuka secara resmi oleh Bupati Melawi, Panji, melalui Asisten I Setda Kabupaten Melawi, Imansyah. Hadir sebagai narasumber atau pembicara dalam sinar tersebut Kasat Intelkam Polres Melawi, I Nengah Muliawan, LO Kodim Dandim 1205 Sintang, Letkol. Inf. Eko Bintara Saktiawan dan Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Aan Subakir.

Dalam sambutan Bupati Melawi yang disampaikan oleh Asisten I, Imansyah mengatakan menyabut baik dan mengapresiasi PC PMII Kabupaten Melawi yang telah menginisiasi kegiatan seminar publik ini. Pemahaman tentang Radikalisme sangat penting. Sebab paham ini merupakan akar dari munculnya tindakan terorisme, memecah belah rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

“Radikalisme tidak muncul dengan sendirinya, tetapi merupakan reaksi yang bersifat yang bersifat ekstrem terhadap lingkungannya. Pertemuan yang kita lakukan ini membuktikan adanya kesatuan, untuk bersama mencari solusi yang tepat dalam menanggulangi atau mencegah paham radikalisme agar tidak merebak di Indonesia, khususnya bumi uranium ini”. Tandasnya.

Disampaikan Imansyah, dirinya mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda serta elemen lainnya untuk melakukan kegiatan yang positif, baik dilingkungan kampus dan tempat tinggal terutama yang berkaitan dengan ideologi. Pancasila sebagai ideologi bangsa harus diperkuat, khususnya kepada para pemuda, karena pemuda di nilai rentan terkena paham radikal.

Sementara itu, Ketua Korps PMII Putri, Neti Nurhayati dalam sambutannya mengatakan, dengan kegiatan seminar ini diharapkan ada suatu komitmen dan pemahaman bersama tentang radikalisme dan intoleran serta upaya penanggulangannya.

“Kami juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memperkokoh peran mahasiswa dan pemuda dalam menangkal paham radikalisme untuk mewujudkan keutuhan NKRI”. Pungkasnya.

Dikatakan Neti, hasil tertinggi dari pendidikan adalah toleransi, karena toleransi bukan hanya soal hidup berdampingan, tetapi juga soal kesejajaran. Semua agama melarang adanya perpecahan, bukan melarang adanya perbedaan.

Acara yang seminar publik deradikalisasi digelar tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19. Kemudian acara di akhiri dengan pembacaan komitmen bersama dengan seluruh peserta. Adapun isi komitmen bersama tersebut adalah :

KOMITMEN BERSAMA

 

KAMI ATAS NAMA ORGANISASI MAHASISWA, DAN ORGANISASI KABUPATEN MELAWI BERKOMITMEN UNTUK:

1. MENOLAK KERAS, SEGALA BENTUK TINDAKAN, RADIKALISME, TERORISME, DAN INTOLERAN, YANG DILAKUKAN OLEH OKNUM MAUPUN KELOMPOK TERTENTU YANG DAPAT MENGGANGGU STABILITAS KEAMANAN, DAN MENGANCAM KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

2. TIDAK MUDAH PERCAYA, DENGAN BERITA HOAX ATAU BERITA BOHONG YANG MENYEBAR MELALUI MEDIA SOSIAL YANG DAPAT MEMECAH

BELAH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.

3. MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH DALAM MELAKUKAN VAKSINASI SEBAGAI UPAYA UNTUK

MEMUTUS MATA RANTAI PENYEBARAN COVID-19.

DEMIKIAN KOMITMEN BERSAMA INI, DISAMPAIKAN, SEMOGA TUHAN YANG MAHA KUASA, SELALU MELINDUNGI KITA SEMUA.[] AdeShalahudin