Visit Mulyaharja Kembangkan Kampung Tematik Wisata Alam

Kota Bogor, Jawa Barat –  ” Orang bilang tanah kita, tanah surga. Tongkat dan kayu jadi tanaman,”  sebait syair lagu yang populer tahun 1971 an ciptaan Yok Koeswoyo mungkin menjadi inspirasi bagi pemerintah Kota Bogor untuk membangkitkan ekonomi rakyat di masa Pandemi Covid 19.

Melalui tangan tangan terampil dan management yang handal melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kota Bogor terciptalah sebuah kampung yang dahulunya kumuh menjadi tematik bernuansa alam, yang saat ini menjadi wisata alam dengan edukasi tentang bagaimana cara bercocok tanam.

Drs. Anas S. Rasmana Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kepada metroindonesia.id menyampaikan bagaimana lahan yang dahulunya tempat timbunan sampah warga kini sudah berubah fungsi menjadi tempat pembibitan jenis tanaman sayur.

Selain produksi pertanian, Anas juga melakukan kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan pihak terkait lainnya untuk mengembangkan lahan pertanian dengan bibit unggul menjadi daya tarik masyarakat untuk berwisata, sambil menikmati masakan khas Kota Bogor.

Masakan khas pepes jantung pisang menjadi masakan favorit warga.

” Saat ini sudah kerjasama dengan pihak hotel dengan wisata alam, dengan paket Rp 50.000,- sudah mendapatkan layanan bersepeda dari hotel ke tempat wisata, edukasi bagaimana bercocok tanam yang di tutup dengan kuliner khas Kota Bogor”  Ujar Anas.

Untuk hari libur Sabtu Minggu Wisata yang datang sudah mencapai 1000 pengunjung

Selama kegiatan mengikuti kunjungan kerja Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, metroindonesia.id banyak menerima masukan pengetahuan dari Imam penyuluh Dinas di lapangan, bagaimana mengubah kampung yang dulunya kumuh kini menjadi Kampung Tematik dalan kurun waktu 6 bulan.

Dengan berubahnya kondisi kampung Mulyaharja menjadi Kampung wisata, banyak pemuda pemudi warga kampung lebih memilih membuka usaha di kampung sendiri dan enggan kekota untuk mencari pekerjaan.[] Lukas

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI