Terungkap, AG Murni Bunuh Diri

Beban Ekonomi dan Kebutuhan hidup jadi penyebabnya.

Kabupaten Melawi, Kalbar – Kejadian ditemukannya jasad perempuan gantung diri yang sempat membuat heboh warga Jalan Merak Dalam, Desa Tanjung Niaga Sabtu (23/1/2021) lalu terungkap. Diketahui identitas pelaku bunuh diri berinisial AG, Usia 22 tahun warga asal Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi.

Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Melawi AKP Muhammad Ginting, S.H.,M.H menyampaikan, bahwa jasad AG pertama kali ditemukan oleh Siti Asiyah, pemilik salon ANGGI, tempat dimana AG bekerja. Saat ditemukan, kondisi tubuh AG sudah dalam posisi tergantung di ventilasi pintu kamarnya.

“Orang pertama yang melihat AG adalah Siti Asiyah, yang merupakan pemilik salon ANGGI, saat itu posisi tubuh AG sudah tergantung dengan sehelai kain yang di ikat di ventilasi pintu kamarnya”. Ujar Bang Ginting, sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Melawi, Senin, (25/1/2021).

Baca juga : Warga Heboh Temukan Wanita Gantung Diri

Lebih lanjut, Ginting mengatakan, menurut keterangan Siti Asiyah, awalnya sekitar pukul 08.15 WIB, ia datang ke tempat salon miliknya hendak membangunkan semua karyawati yang menginap di lantai 2 salon miliknya. Pada saat tiba di lantai 2, ia melihat tubuh AG seperti sedang berdiri di pintu kamarnya dengan setengah badan terlihat berada di luar pintu dan menegurnya.

“Kenapa kau ngintip aku Jel ?, Bukannya mandi, sudah ada pelanggan tuh”. Terangnya, menirukan ucapan Siti Asiyah saat menegur AG.

Karena merasa tidak dihiraukan oleh AG, kemudian Siti Asiyah menghampirinya, Siti Asiyah terkejut, karena melihat tubuh AG sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan kain yang terikat di ventilasi pintu kamar.

Saat dimintai keterangan oleh kepolisian, Siti Asiyah mengatakan ada 3 orang karyawatinya yang menginap di ruko tersebut, yakni Maisarah, Ema Saputri, dan AG. Namun ketiganya menempati kamar yang berbeda. Berdasarkan informasi yang di

Menurut keterangan dari salah seorang temannya, bahwa sebelum AG melakukan tindakan bunuh diri sering mengeluh soal ekonomi. Bahkan AG pernah berkata sudah tidak mampu lagi menghadapi permasalahan ekonomi bahkan pernah mengatakan ingin mengakhiri hidupnya.

“AG sering bercerita kepada saya bahwa selama ini dia memiliki masalah ekonomi, AG juga pernah bilang sudah tidak mampu lagi menghadapinya, pernah mengatakan ingin bunuh diri saja”. Cerita Wati Klara Sari, yang merupakan teman AG semasa hidupnya.

Saat dilakukan Visum Et Repertum dari pemeriksaan sementara oleh pihak RSUD Kabuoaten Melawi, tidak ada ditemukanya tanda – tanda kekerasan fisik pada tubuh AG. Kejadian tersebut murni bunuh diri.

Orang tua kandung korban juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah anaknya serta menerima kejadian tersebut dengan ikhlas.

“Hasil visum et repertum pada jasad AG, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. Orang tua korban juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad anaknya, dan menerima musibah ini dengan ikhlas”. Pungkasnya.[] Ade Shalahudin