Tak Penuhi Kewajiban

Karyawan PT SMS Bakal Tuntut Perusahaan.

Kabupaten Melawi, Kalbar – Persoalan petani sawit dan pihak perusahan seolah tak pernah usai. Karyawan PT Satria Manunggal Sejahtera (PT SMS) menuntut hak-haknya yang beberapa tahun ini belum dipenuhi oleh perusahaan. Mulai dari pembayaran asuransi BPJS, Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan hasil panen lahan plasma petani.

Disampaikan salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, selama ini PT SMS belum memenuhi kewajibannya kepada para karyawan, kewajiban tersebut antara lain pembayaran BPJS, Jamsostek dan bagi hasil lahan Plasma kepada kepada petani.

“Pihak perusahan sudah hampir 3 tahun ini tidak melakukan pembayaran Jamsostek. Ada karyawan yang sudah berhenti tidak bisa melakukan klaim Jamsosteknya, sehingga tabungan yang menjadi hak karyawan tidak bisa di ambil”. Ungkapnya, Minggu, (24/1/2021) kepada metroindonesia.id melalui seluler.

Ia juga mengatakan selain itu, BPJS milik karyawan tidak bisa digunakan, karena semua Rumah Sakit menolak dengan alasan karena BPJS tersebut tidak pernah dibayarkan oleh perusahaan. Belum lagi pembagian hasil lahan plasma petani sudah hampir satu tahun belum dibagikan kepada masyarakat.

“Jika semua itu tidak bisa dipenuhi oleh pihak perusahaan, maka kami akan melakukan tuntutan kepada PT SMS. Tuntutan kami adalah rumahkan kami dan berikan pesangon”. Pungkasnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa PT SMS yang beroperasi di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi sudah cukup lama. Selama ini karyawan sudah cukup lama bersabar. Sudah berbagai upaya kami lakukan agar PT SMS memenuhi kewajibannya. Namun alasannya tidak ada uang untuk melakukan pembayaran.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya agar hak-hak kami dibayarkan. Namun pihak perusahan selalu berkilah tidak ada uang untuk melakukan pembayaran tersebut. Padahal panen buah hampir setiap hari dilakukan oleh perusahaan”. Ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Melawi, Kusmas Hadi Saputra atau lebih akrab di panggil To’o, saat dikonfirmasi mengatakan, ia berharap pihak perusahaan agar segera memenuhi apa yang telah menjadi kewajibannya kepada petani atau karyawan. Agar mereka bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya.

“Persoalan ini perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi Pemerintah Daerah, baik Eksekutif maupun legislatif, Agar bisa memfasilitasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sehingga para karyawan atau petani bisa segera mendapatkan hak-haknya. Pemda memiliki peranan penting untuk melakukan media antara perusahaan dan Petani atau karyawan, agar mendapatkan solusi”. Tandas Kusmas.[] Ade Shalahudin

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI