Pengrusakan Lingkungan Demi Sebuah Jembatan.

Bogor, Jabar – Pembangunan jembatan Kalibaru II yang berada pada jalur lingkar kebun raya Cibinong (Botanical Garden) menuai kritik warga masyarakat yang peduli lingkungan.

Pekerjaan proyek senilai Rp.8 Milyar lebih yang berada di Jalan Raya Jakarta-Bogor km.46,5, Kecamatan Cibinong yang di kerjakan oleh PT. FARIS RACHMAN diduga menimbulkan dampak kerusakan lingkungan setempat yg cukup kritis.

Pengerukan tanah di kedua sisi bibir sungai dan digunakan untuk media urukan pada proyek jembatan itu sendiri serasa janggal dan membingungkan

“Tanah untuk menguruk suatu proyek itu seharusnya berasal dari daerah yang memungkinkan untuk dieksplorasi dan dilakukan penggalian

Bukan dilakukan pengerukan/penggalian terhadap bibir sungai yang menempel dengan Proyek Jembatan itu sendiri, apalagi bila menimbulkan potensi erosi dan longsor pada wilayah yang tanahnya dikeruk.” ungkap seorang relawan pengamat lingkungan hidup.

Keberatan lain disampaikan oleh Ricard Purba selaku Ketua Kelompok Ramah Lingkungan (KRL) RW.06 Kelurahan Pakansari, Cibinong, Bogor yang mana merupakan titik tempat dibangunnya Proyek Jembatan KALIBARU II tersebut : “Tindakan pihak pelaksana proyek sangat bertolak belakang  dengan program kerja KRL yg memelihara menjaga lingkungan, dimana ada program penanaman pohon sepanjang bantaran kali, malah proyek swasta dengan seenaknya melakukan pengrusakan tanah/penghijauan.

Sementara ini upaya mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari PT. FARIS RACHMAN selaku penyedia maupun PT. DRESSA CIPTA REKAYASA selaku Konsultan pengawas tidak dapat diperoleh dan terkesan ditutup-tutupi oleh segenap para pekerja yang ada

“Saya sudah selesai kontrak kerja disini pak.., jadi sayapun tidak tau apa-apa” ujar Rahmat seseorang yang sebelumnya disebut sebagai penanggung jawab proyek.

“Maaf saya harus segera ke PU sekarang juga.” ujarnya sembari terburu-buru meninggalkan awak media tanpa mau memberikan nomor kontaknya ataupun nomor kontak seseorang yang bisa dihubungi untuk klarifikasi

Adanya sebuah mesin giling pengeras jalan bertuliskan DPUPR pada lokasi proyek yang dilaksanakan oleh PT. FARIS RACHMAN tersebut semakin memperkuat dugaan akan adanya keterlibatan oknum tertentu.[] Hs.