Kaji Ulang Sekolah Tatap Muka di Bogor

Bogor, Jawa Barat – Akibat penyebaran virus Covid – 19 mengalami peningkatan atau penambahan di Bogor saat ini.

Dan melihat dari kondisi dan keadaan saat ini, di Bogor kemudian, dari pada itu, rencana Pemerintah Kota ( Pemkot ) Bogor untuk membuka sekolah pada Bulan Januari, yaitu pada Tanggal 11 Januari 2021 kembali dibahas dan dikaji ulang.

Dan melihat masih tingginya kasus penyebaran dan penularan Covid – 19 saat ini di Bogor, menjadi pertimbangan Pemerintah Bogor, apakah pemberlakuan pembelajaran tatap muka bisa dilakukan saat ini, atau tidak pada awal Bulan 2021 ini.

Dan kemudian, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan, jika melihat kasus penyebaran atau penularan Covid – 19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi ( Jabodetabek ) dan kemudian pada saat ini, sekolah belum bisa dibuka dalam waktu dekat ini, “ akan tetapi, kepastiannya akan diulas atau dibahas besok, atau hari ini, dari Disdik ( Dinas Pendidikan ), ” jelas Dedie kepada wartawan.

Lanjut dan Disdik katanya, akan cek atau melakukan evaluasi dan perhitungan yang lebih teliti dan cermat dengan terkait penambahan atau tingkat risiko penyebaran virus Covid – 19 bila pembelajaran tatap muka, dibuka dan diperbolehkan. Dan sementara berdasarkan informasi, dilihat dari tanggal 03 Januari 2021, untuk jumlah kasus penyebaran dan penularan Covid – 19 di Bogor saat ini mencapai, di angka 5.626 kasus terjangkit positif Covid – 19, dengan catatat rinciannya yaitu, 1.084 orang untuk pasien dalam perawatan, 4.408 orang untuk pasien yang sudah dinyatakan sembuh atau sehat dan kemudian, 134 orang yang meninggal.

Kemudian dan sebelumnya Wali Kota Bogor, Bima Arya, menjelaskan, dalam keputusan untuk pembukaan Sekolah pada Tanggal 11 Januari 2021, yang diputuskan berdasarkan hasil rapat antara Dewan Pendidikan, KCD Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kemenag dan Badan Musyarawah Perguruan Swasta tersebut.

Kemudian Bima Arya menjelaskan, untuk pembelajaran dalam belajar tatap muka di Sekolah ini, dapat dijalankan dengan dua prinsip yaitu, Kesehatan dan Keselamatan. Dan kemudian, kalau kondisi atau kedaan di Bogor, sudah mulai membaik, nanti untuk Belajar dan Mengajar, atau pembelajaran tatap muka ini akan dimulai lagi untuk Sekolah yang telah siap atau yang sudah dikondisikan, ” jelasnya.

Lanjut kemudian, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin menjelaskan, bahwa beliau mendapatkan laporan yaitu, ” ada lebih dari 5 orang Guru di Kota Bogor, yang dinyatakan terjangkit positif Covid – 19. Sementara Pada saat ini, untuk pembelajaran di Sekolah belum dibuka atau belum boleh diujicobakan.

Lanjut, karena dugaannya, bahwa penyebaran dan penularan tersebut berasal dari keluarga guru-guru yang bekerja diluar Bogor dan menularkannya dirumah. Dengan penambahan atau kenaikan kasus penyebaran Covid – 19 tersebut, lalu kemudian, membuatnya untuk mempertimbangkan dalam pembukaan sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka ini. ” jelasnya,

Kemudia, Lanjut jelasnya dan menurutnya, jika pada saat ini kondisi atau situas terus berlanjut sampai tahun depan, maka dari pihaknya tersebut, tidak berani untuk mengizinkan anak – anak berkeliaran di sekolah. Dan mereka khawatir dalam pembukaan belajar di Sekolah dengan sistem tatap muka ini, justru akan menjadi klaster baru yang sulit dikendalikan pada saat ini.

Dan kemudian, melihat mondisi atau situasinya seperti sekarang ini, saya rasa tidak akan diizinkan, untuk pembelajaran tatap muka tersebut berlangsung. Karena, dilihat resikonya sangat begitu terlalu tinggi, baik itu, untuk Siswa maupun Guru. Dan seluruh jajaran pemkot sangat berhati – hati dengan semua ini. Kemudian, jadi harus kita turunkan dulu, untuk tingkat perkembangan penyebaran Virus Covid – 19 tersebut, akan tetapi sampai saat ini, mengalami penambahan atau terus naik untuk kasus Covid – 19 ini, itu artinya harus ditingkatkan lagi dari hati, kesadaran masyarakat tersebut, untuk pengendalian Covid – 19,” jelasnya.

Lalu kemudian beliau mengatakan dari, beberapa n Negara maju yang telah lebih dulu, untuk membuka sekolahnya, kemudian terpaksa menutup sekolahnya kembali. Dan dari pihaknya tersebut, juga belajar dari kejadian yang terjadi tersebut. Kemudian, untuk Tingkat Nasional pun, yaitu Sekolah yang baru mengadakan tes, uji coba Sekolah dengan pembelajaran tatap muka di Sekolah tersebut, bisa terkena penularan wabah Virus Covid – 19 tersebut.

Lanjut, bahkan sejauh ini, untuk persiapan dari Disdik sudah dilakukan seefesien dan semaksimal mungkin. Dan Disdik telah lakukan untuk sosialisasi ke setiap Sekolah, baik secara Formal ataupun secara Non Formal, sampai dengan akhir Desember 2020,

Dan dilanjut sampai dengan saat ini, pada awal Januari 2021, kemudian akan dilakukan pengecekkan untuk kesiapan dari segi Infrastruktur dan Sarana ataupun Prasarana yang menerapkan Prokes ( Protokol Kesehatan ).

Dan Kalau lihat dari segi Infrastruktur tersebut, mudah diadakan. Dan Hampir setiap ataupun semua Sekolah juga sudah menyiapkannya. Kemudian dan akan tetapi, untuk pembiasaan yang harus terus dimatangkan. Karena kalau dilihat kenyataannya, masih banyak anak – anak didalam lorong – lorong permumahan ataupun diperkampungan dan yang berada dipinggiran atau yang berada dipelosok Kota masih belum terbiasa, untuk memakai masker tersebut. ” jelasnya, [ ] Wiera