Bambang Yulistyo Tedjo Manajer Program AKSI, Desak APH dan Rutan atau Lapas untuk Merespon Merebaknya Pandemi Covid-19 Virus Corona

Bambang Yulistyo Tedjo Manajer Program AKSI, Desak APH dan Rutan atau Lapas untuk Merespon Merebaknya Pandemi Covid-19 Virus Corona

BOGOR, Metroindonesia.id,-
Aksi Keadilan Indonesia (AKSI) mendesak Polresta Bogor untuk melakukan respon merebaknya Pandemi COVID-19 di kalangan warga binaan Rutan atau Lapas katanya, kepada wartawan Senin (18/01/2021)

Dari klien kami, setiap harinya AKSI selalu memberikan pendampingan hukum bagi komunitas pemakai narkotika, Upaya mendapatkan informasi, bahwa proses penegakan hukum di Kota Bogor hari ini, Senin (red -) karena sotuasinya sedang dalam ancaman terhadap merebaknya penularan virus corona.

“Kami sangat apresiasi kawan – kawan profesi, penegak hukum yang telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk persoalan tes kesehatan, perawatan maupun pelacakan. Kami juga berharap bantuan yang sudah diusahakan oleh Dinas Kesehatan agar disalurkan dengan baik pada tahanan di situasi saat ini”, tutur Yulistyo.

Menurutnya, hal ini menjadikan momen bagi kawan-kawan penegak hukum untuk mereduksi masifnya pendekatan terhadap komunitas pemakai narkotika.

Perihal masalah ini ternyata membawa risiko sehingga menjadikan overkapasitas di tahanan dan juga di Lapas.

Oleh karena itu. Lanjut Sulistyo, kami mendorong agar aparat penegak hukum (APH) dapat mengalihkan tahanan terduga pemakai narkotika yang sekarang ada ke tempat-tempat rehabilitasi di Kota Bogor desaknya.

Tentunya semua itu juga dilakukan dengan memperhatikan status COVID-19 dari pada warga binaan yang ada sekarang.Tentunya juga penting untuk tidak lagi melakukan penangkapan pada pemakai narkotika untuk hentikan keran arus masuk pada sistem peradilan pidana kita yang sudah penuh beban. Di tengah pandemi COVID-19, tentu persoalan ini sangat berbahaya.

Merebaknya penularan COVID-19 di penahanan dalam penjara juga membawa risiko besar bagi masyarakat Bogor secara keseluruhan.

Sebab jelasnya, mereka yang menjaga rutan/lapas ini harus tetap pulang ke keluarga dan akhirnya menciptakan klaster-klaster baru pada keluarga nya atau pemukiman baru tulis Bambang Yulistyo Tedjo Manajer Program Aksi Keadilan Indonesia (AKSI) – 089615535777.

Penulis : Benyun