Penyerapan Dana Bos di SMKN 1 Lubuk Pakam

Dinilai masyarakat pemerhati pendidikan belum transparan dan meminta Kajaksaan Negeri untuk lakukan penyelidikan.

Deli Serdang, Sumut – Carut marutnya dunia pendidikan dalam penggunaan anggaran dan belum adanya sistem pengawasan yang benar benar transparan, menjadikan dugaan negatif di masyarakat dalam menyikapi mutu pendidikan.

SMKN 1 Lubuk Pakam salah satu sekolah yang mendapat penilaian penyerapan anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun anggaran 2020 yang dinilai belum transparan kepada publik.

Salah satu hasil penilaian masyarakat yang sampai ke media, adanya pengerjaan rehab ruang kelas yang sampai berita ini di turunkan belum di ketahui nilai pekerjaan, apakah melalui hasil lelang atau swakelola dan dari mana anggaran Pelaksanaan serta siapa pelaksana pekerjaan menjadi tanda tanya publik.

Syarum kepala SMK 1 Lubuk Pakam saat di konfirmasi melalui pesan singkat media sosial WhatsApp oleh metroindonesia.id belum memberikan tanggapan atas perihal rehab ruang kelas, walau sudah mendapatkan tanda sudah terbaca melaui contreng biru chat tersebut.

Atas perihal tersebut, masyarakat melalui media meminta kejaksaan negeri memberi perhatian khusus kepada pelaksanaan pekerjaan rehab sekolah dan memberikan press release kepada media untuk memberikan informasi yang benar, sehingga tidak ada lagi dugaan dugaan di masyarakat yang dapat mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar.[] Ganda.

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI