Nasabah Asuransi Jiwasraya Mengaku Mendapatkan Tekanan Melalui Tiga Skema

Nasabah akui tidak ada jaminan hari tua, Dana segar hasil kerja puluhan tahun tidak bisa di cairkan.

Jakarta – Nasabah Asuransi Jiwasraya kepada metroindonesia.id di gedung Dewan Pers lantai III pada wawancara khusus menyesal telah mengikuti arahan Bank BRI untuk mengalihkan dananya ke Asuransi Jiwasraya melalui produk JS Saving Plan.

Jaminan Hari Tua menjadi kelabu, harta warisan tidak bisa di nikmati

Hal tersebut di sampaikan Tomy Yoesman, SH pada Kamis, 7 January 2021 setelah beberapa kali mengaku mendapat SMS penekanan dari pihak Asuransi untuk menyetujui skema restrukturisasi polis yang sangat merugikan nasabah.

Tomy mengaku ada tiga skema restrukturisasi yang di tawarkan, pertama nasabah di minta bersedia menerima pemotongan pembayaran klaim ansuransi sebesar 30 % tanpa bunga tanpa penjelasan kemana akan di alihkan potongan yang 30 %.

Atau pembayaran klaim asuransi di bayar dengan di cicil selama 5 tahun atau 15 tahun tanpa bunga berjalan, yang jelas menurut Tomy menolak, karena di dalam dana Asuransi Jiwasraya adalah hasil keringat kerja keras dan harta warisan orang tua..

Jiwasraya tawarkan jaminan hari tua, nasabah sudah almarhum pun tidak mendapatkan jaminan

Bahkan Tomy mengaku telah di rampok, ketika  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diharapkan dapat menolong, malah sebaliknya mendapat perlakuan tidak menyenangkan, dengan pengusiran.

Penolakan hal yang sama juga di sampaikan Simon Sirait yang di dampingi kelurganya Ganda Sirait, melalui metroindonesia.id Simon menyampaikan tidak memiliki polis asuransi Jiwasraya, tetapi almarhumah istrinya yang memiliki, dan sudah jatuh tempo bulan Oktober tahun 2018 lalu.

Penolakan pencairan oleh Jiwasraya yang tanpa keterangan resmi ke pihak keluarga almarhum, baik Tomy maupun Simon sama sama menolak skema yang di tawarkan Jiwasraya.

” Program RESTRUKTURISASI yang diberikan JIWASRAYA sangat tidak adil karena dalam pembahasan dan perumusannya para nasabah Asuransi sebagai korban ” Penipuan Perbankan ” tidak diikutsertakan, hanya dirumuskan oleh DPR RI – Panja pimpinan Aria Bima dan Managemen Jiwasraya.” Ujar keluarga nasabah sekaligus ketua LSM Kompak RI. [] Red

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI