Kemana Paket Sembako di Alihkan

Bogor, Jabar – Beredar kabar ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak lagi menerima bantuan paket sembako setelah beberapa bulan ini dari pemerintah.

Terhentinya pengiriman paket sembako senilai Rp 200.000 / bulan yang biasa diterima oleh Keluarga KPM dan PKH, menyebabkan beban hidup masyarakat penerima program KPM dan PKH semakin terjepit dan terpuruk ekonomi keluarga.

Dari hasil penelusuran metroinonesia.id berhasil mewawancarai salah satu warga kelurahan Nanggewer, Cibinong, Kab. Bogor penerima PKH + Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berinisial “SM” menyampaikan “Empat bulan ini saya dan seorang teman saya sudah tidak menerima Paket Sembako yang senilai Rp.200 ribu perbulannya. Sudah berkali-kali saya coba tanyakan pada ketua kelompok ataupun pendamping PKH kelurahan namun hingga saat ini tidak mendapat kejelasan. Bahkan saya merasa ‘diping-pong’ (disuruh tanya ke pihak bank {BNI}, begitu di bank..saya disuruh balik tanyakan ke ketua kelompok dan pendamping PKH).”

“Saya ini ‘orang kecil’ pak, apalagi teman saya yang namanya (SR), dia terpaksa pindah kontrakannya karena gak bisa bayar., dari 21 anggota kelompok, hanya saya dan teman saya (SR) yang tidak terima bantuan paket sembakonya” ungkap SM pada MetroIndonesia.id

“Iya..saya juga sudah empat bulan tidak terima paket sembako lagi., kami sangat membutuhkannya.” ujar SR seorang single parent dengan dua orang anak dan membiayai keluarga dengan bekerja sebagai cleaning servis tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum kami peroleh informasi tentang adanya pemberitahuan dari pihak yang berkompeten kepada kedua keluarga tersebut tentang sebab apa dan mengapa paket sembako mereka bisa menghilang.[] Hardadi S

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI