Pengadaan Meubelair Diduga di Mark Up

Deli Serdang, Sumut – . Anggaran pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp 549,5 triliun pada tahun 2020. Angka tersebut setarar 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan anggaran yang sangat besar dan tersebar di ribuan sekolah menjadikan anggaran tersebut sulit untuk dilakukan pengawasan, sehingga berpeluang untuk disalah gunakan.

Tidak adanya transparansi penggunaan anggaran di sekolah dan keterbukaan informasi publik belum menjadi perhatian instansi terkait untuk membenahi diri.

Seperti halnya SDN 104203 Bandar Khalipa yang berada di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang yang menjadi sorotan media terkait pengadaan meubelair yang di duga telah di Mark up.

Dari informasi yang diterima metroindonesia.id, pengadaan meubelair berupa berupa 20 buah meja danĀ  40 buah kursi dibeli dengan harga Rp 18.000.000,- berdasarkan kwitansi pembelian.

Sementara informasi yang diterima , penyedia barang dan jasa harga untuk 20 buah meja danĀ  40 buah kursi menerima pembayaran senilai Rp 11.000.000,- dan untuk pembayaran pajak pembelian di tanggung oleh pihak sekolah.

Semakin santer tersiar kabar transaksi pembelian meubelair sudah di atur antara plt. Kepala SDN 104203 Rahma Purba dengan Koordinator Wilayah Kecamatan Disdik menjadi asumsi buruk di masyarakat, bahwa dunia pendidikan bukan lagi menjadi tugas yang mulia tapi tempat mencari keuntungan semata.

Sementara pihak media selalu mendapat kesulitan untuk menguji kebenaran informasi sesuai yang di atur dalam kode etik jurnalistik di karenakan yang bersangkutan selalu menghindar dari wartawan.[] MAS/Binder.S

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI