Bogor Diguyur Hujan Lebat Awal Tahun 2021

Bogor, Jabar – Wilayah Bogor dan sekitarnya terus diguyuri hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang.

Dampak dan akibat terjadinya hujan serta angin kencang, dalam kurun waktu dan sampai hari ini, hingga menimbulkan genangan air, tanah longsor dan tak luput pohon yang tumbang disekitar wilayah tersebut, yang mengakibatkan ganngguan dan hambatan jalur transpotasi.

Berdasarkan hasil pantau dan informasi yang didapat dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika) Asep Firman Ilahi selaku Kepala Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Citeko menjelaskan Cuaca dan Iklim BMKG menunjukan fenomena Cuaca kurang baik pada akhir dan saat ini. Fenomena La Nina diprediksi akan bertahan sampai bulan April – Juni 2021 ini.

Lanjut meliputi, khususnya kawasan Jabodetabek secara umum. Mengakibatkan hujan intensitas ringan – sedang, dan diprediksi hujan akan terjadi hingga akhir bulan Januari 2021, bahkan kawasan ini, diprediksi akan memasuki puncak musim hujan pada akhir bulan Januari hingga awal bulan Februari 2021 ini, ” jelasnya

Dan Asep Firman Ilahi memaparkan, hal tersebut disebabkan aliran masa udara masih didomisili angin baratan, kawasan Laut Jawa menjadi Wilayah ITCZ (Inter – Tropical Convergence Zone) atau Daerah Pumpunan Antar yang mengakibatkan pertumbuhan awan yang masif di Wilayah ini.

” Selain daripada itu, Monsun Australia tidak aktif dan diprediksi akan bertahan hingga Dasarian III bulan Januari 2021, hal tersebut mendukung potensi pembentukan awan di wilayah ini, ” tuturnya

Sementara berdasarkan analisis MJO (Madden – Julien Oscillation) yang biasa dikenal dengan sebut arak – arakan awan Tropis diprediksi aktif di fase II/III disekitar Wilayah hingga pertengahan Dasarian II bulan Januari 2021, yang mengakibatkan dampak fenomena hujan dengan intesitas sedang hingga lebat dan sepanjang musim saat ini.

Tuturnya, hingga Dasarian III bulan Januari 2021 diprediksi Kelembapan Udara Relatif RH (Relatif Humidity) pada lapisan 700 Millibar berada di atas 80 %.

” Kondisi ini sangat kondusif menahan kelembaban masa udara di permukaan, sehingga mengakibatkan terbentuknya awan hujan yang signifikan di kawasan Wilayah Jabodetabek,” jelasnya.

Terjadinya hujan yang terus menerus ini dengan intensitas hujan sedang hingga lebat ini, menimbulkan dampak gangguan yang berskala kecil hingga menengah.

Dampak tersebut, meliputi jalanan rusak serta licin, serpihan batu kecil yang berserakan dimana – mana yang berpotensi kecelakaan kendaraan, genang air yang menggenangi sebagian jalan dan pemukiman yang menimbulkan banjir, tanah longsor, arus aliran air sungai deras yang menyebabkan terjadinya bencana alam. Dan dari hal tersebut berpengaruh terhadap resiko kerugian ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat skala menengang, ” tuturnya

Maka dari pada itu, dalam menyikapi perubahan Cuaca Ekstrim ini, masyarakat diharapkan untuk tenang dan tetap selalu waspada, pada saat kondisi ini. Saling memberikan Informasi terhadap semua masyarakat, tidak beraktifitas di luar rumah kalau tidak ada sesuatu yang penting dan mendesak.

Lanjut jelasnya, selalu kooperaktif dalam memberikan informasi bersama media masa ataupun media sosial, serta berkoordinasi dengan baik dengan pihak Instansi Tanggap Bencana seperti BPBD, BMKG, TNI/Polri, KMPB (Komunitas Masyarakat Peduli Bencana), begitu juga dengan pihak pemerintah yang terkait didalamnya tersebut. ” tandasnya.Lukas Diana/ Wiera