Pengaruh Alkohol Penyebab Penganiayaan Terhadap Wanita

Bogor, Jawa Barat – Setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, Polisi menetapkan M.FF (20), SR (21) dan IY (24) sebagai tersangka atas tindakan kekerasan di muka umum pada dua orang yang dilakukan pada malam Tahun Baru (31/12/2020) di wilayah Kelurahan Panaragan, Kota Bogor.

Berdasar informasi yang didapat, kejadian tersebut berawal karena adanya dugaan pelecahan oleh salah satu pelaku kepada pacar M adik korban, dan pada saat di klarifikasi KA para pelaku yang dalam keadaan mabuk dan tidak terima langsung memukuli korban. Sehingga korban mengalami luka memar di bagian kepala.

Korban yang tidak terima dengan hal tersebut pada Jumat (01/01) melaporkan kejadian tsrsebut ke pihak kepolisian, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/01/I/ 2021/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA.

Kepada sejumlah media, Waka Polresta Bogor Kota, AKBP. M. Arsal Sahban membenarkan peristiwa tersebut terjadi. Kini 3 orang tersangka sudah di tahan terkait peristiwa penganiayaan terhadap wanita tersebut.

“Penganiayaan terhadap wanita ini sudah kami tahan 3 orang, dan sudah mengaku bahwa mereka yang melakukan. Adapun kejadian penganiayaan ini terjadi pada malam tahun baru diakibatkan oleh pesta miras,” jelasnya.

Masih kata AKBP Arsal, seluruhnya ada 6 orang yang sudah diperiksa, namun yang cukup bukti 3 orang.

“Memang ada informasi-informasi ada 4 pelaku, tapi setelah kita lakukan pemeriksaan belum cukup bukti dan cenderung yang lain-lainnya itu menjaga dan melerai supaya tidak terjadi perkelahian lebih lanjut,” terangnya.

Para pelaku, lanjut AKBP Arsal, inidikenakan pasal 170 ayat 1 ke 2 KUHP dengan ancaman 9 tahun yaitu secara bersama-sama melakukan kekerasan fisik terhadap orang.

“Usia pelaku rata-rata udah dewasa, ada yang 20, 21, dan 24, korbannya ini salah satunya di bawah umur, M 16 Tahun. Ini pun akan kami kaji untuk diterapkan undang-undang perlindungan anak. Barang bukti gitar sudah kami amankan,” ungkapnya.

“Mereka sudah mengakui bahwa sebelum melakukan itu di malam tahun baru mereka sudah meminum alkohol, sehingga pada kondisi seperti itu mereka mudah sekali terpengaruh untuk melakukan kekerasan. Luka-lukanya juga kalau kita lihat yang paling parah itu perempuan sampai 11 jahitan di kepala, kalau M itu luka ringan,” paparnya.[] Iwan

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI