Pandemi “Menir Beras Tohaga”

Bogor, Jawa Barat – Investigas lanjutan atas pemberitaan MetroIndonesia.id tertanggal 01-01-2021 lalu tentang BansosKab bagi warga kabupaten Bogor Jawa Barat; telah diperoleh informasi dan fakta lanjutan bahwa keberadaan “MENIR BERAS TOHAGA” tersebut juga ditemukan di wilayah lainnya yaitu di Kelurahan PAKANSARI kec. Cibinong hingga Desa Sukamakmur kec. Cileungsi kab. Bogor.

*” Ini sudah benar-benar sangat keterlaluan. Cakupan sebaran ‘BERAS TOHAGA’ dengan kwalitas besaran butiran beras berstandar untuk ‘Pakan Anak Ayam’ ditemukan lintas desa/kelurahan bahkan lintas kecamatan, sangat sulit untuk dikatakan bahwa yang terjadi adalah faktor ‘ketidak-sengajaan’* ungkap salah seorang relawan yang tergabung dalam _FORum Komunikasi Antar relawwn (FORKAWAN)._

Informasi sementara terkait nilai anggaran yang dipergunakan untuk pengadaan ± 6.000 ton BERAS TOHAGA sebagai BansosKab adalah ± Rp. 63 Milyar dengan asumsi besaran harga Rp. 10.500,- /kilogram.

“Para Oknum pejabat yang tega menyunat jatah Bansos bagi rakyat benar-benar tidak berperasaan. Mati hati dan perasaannya. Sebaiknya segera ditindak-lanjuti melalui jalur hukum dengan ganjaran yang setimpal !” ucap RP selaku salah seorang korban penerima BansosKab tersebut kepada MetroIndonesia.id melalui sambungan WA.

” Kandangin aja.. laporkan ke KPK., di Bogor ini kasus² korupsi semacam ini ibarat sudah menjadi PANDEMIC tersendiri.”

Komentar tegas dan lugas Yudhizar L.W selaku Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cibinong yang merasa amat sangat kesal karena kecamatan Cibinong turut dijadikan target penyebaran beras menir BansosKab tersebut.[] Tim