Polres Melawi Gelar Pers Release

 Progres Penangan Kasus Tahun 2019-2020.

Melawi, Kalimantan Barat – Polres menyampaikan pers release progres laporan penangan berbagai kasus akhir Tahun 2020 di Aula Tri Brata, Kamis, (31/12/2020). Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolres Kompol Agus Mulyana, SE.MM. didampingi para Pejabat Utama Polres Melawi.

Dalam pemaparannya Kompol Agus Mulyana mengatakan secara umum situasi Kamtibmas di Kabupaten Melawi berjalan aman dan kondusif . Meskipun sebelumnya telah melakukan serangkaian kegiatan penting yakni Pilkada, Pilkades dan penyambutan perayaan Natal. Dirinya juga mengatakan untuk penangan kasus kriminal juga mengalami penurunan.

“Pada Tahun 2019 terdapat 97 kasus berat maupun ringan, sedangkan sepanjang Tahun 2020 telah terjadi penurunan sebesar 31.95 persen atau sekitar 66 kasus berat dan ringan yang ditangani”. Ungkap Kompol Agus Mulyana di hadapan awak media.

Lebih lanjut Kompol Agus Mulyana menjelaskan rincian kasus antara tahun 2019 dan Tahun 2020, yakni kasus konvensional yang semula 65 kasus menjadi 44 kasus, transnasional semula 17 kasus menjadi 18 kasus naik 1 kasus, kekayaan negara sebelumnya 15 kasus menjadi 4 kasus.

“Ada kenaikan 1 kasus yakni pada kasus transnasional. Sementara untuk Data Kasus menonjol seperti Curhat, Curanmor, penggelapan, penganiayaan berat, ilegal mining rata-rata mengalami penuruan kasus, kecuali Narkoba yang naik 1 kasus dan Persetubuhan anak naik 3 kasus, sementara perjudian masih stagnan pada 5 kasus”. Paparnya.

Terkait kasus Narkoba yang meningkat dari 17 kasus menjadi 18 kasus, Agus Mulyana mengatakan Narkoba merupakan program prioritas Polres Melawi ke depan untuk menekan kenaikan angka kasus Narkoba.

“Kita berupaya ke depan kasus narkoba dapat ditekan sekecil mungkin. Hal ini akan berpengaruh negatif bagi generasi muda Kabupaten Melawi sebagai generasi penerus”. Pungkasnya.

Sementara itu, untuk data kecelakaan lalulintas. Perbandingan data pada tahun 2019 dan 2020 yakni, meninggal semula 9 kasus menjadi 7 kasus, luka berat semula 2 kasus menjadi 1 kasus dan luka ringan semula 32 kasus turun menjadi 18 kasus.

Kompol Agus Mulyana juga menambahkan untuk data pelanggaran administrasi dalam berlalu lintas perbandingan antara tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan. Pelanggaran di tilang Tahun 2019 semula 3.840 kasus, Tahun 2020 turun menjadi 368 kasus. Sedangkan teguran semula 2.969 turun menjadi 2.128 kasus. [] Ade Shalahudin

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI